Rupanya, Sudah Seminggu Tersangka OTT Disdik Dibebaskan

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo. foto/adi

Palembang- Berdasarkan Pasal 26 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menyatakan tersangka ditahan demi kepentingan penyidik hanya diperbolehkan maksimal 90 hari. Oleh sebabnya, empat tersangka operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) dan suap Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dibebaskan demi hukum.

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo mengatakan, untuk sementara waktu penahanan terhadap tersangka telah ditangguhkan. Namun dirinya enggan menyebutkan secara spesifik kapan tersangka telah dibebaskan dari tahanan.

Berita Sejenis
1 daripada 6

“Sekitar minggu lalu (dibebaskan-red). Ditangguhkan sementara penahanannya, dasarnya ada,” ujarnya, Kamis (26/10).

Sejak berkas dua perkara tersebut ditetapkan belum lengkap (P-19), 8 September 2017 lalu, penyidik Polda Sumsel masih melengkapi berkas yang dipinta oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumsel. Jaksa meminta adanya tambahan pemeriksaan pada saksi-saksi yang merasa diperas untuk memberikan uang dalam mendapatkan sertifikasi guru tersebut.

Sementara saksi-saksi yang telah diperiksa penyidik merupakan para guru yang memberikan uang tersebut dalam keadaan sukarela. Karena dirasa kurang untuk membuat tuntutan, JPU memintakan penyidik untuk memeriksa saksi yang dipaksa memberikan uang atau diperas.

Slamet mengatakan, saat ini sebagian permintaan JPU telah dilakukan oleh penyidik. Saat ini penyidik masih terus memproses agar berkas tersebut segera dilimpahkan dan dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU.

“Kalau sudah lengkap, berkas dan tersangka akan kami limpahkan ke JPU. Setelah dilimpahkan tersebut kemungkinam tersangka ditahan lagi, namun oleh JPU,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berujar, dibebaskannya tersangka dari tahanan memang sudah ketentuan hukum. Namun status tersangka masih melekat hingga penyidikan terhadap mereka selesai.

“Masa tahanannya habis. Demi hukum, penyidik harus mengeluarkan tersangka dari tahanan sampai penyidikan selanjutnya diselesaikan. Masa penyidikan tidak ditentukan,” katanya.

Keempatnya disangkakan dengan pasal 12 huruf B dan atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Polda Sumsel melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Sumsel pada 20 Juli 2017 lalu.

Tersangka Kusdinawan dan Asni terjerat dalam kasus OTT pungli sertifikasi guru dengan barang bukti puluhan juta rupiah, uang tanda terima kasih para guru yang hendak mengurus sertifikasi tunjangan profesi.

Sementara tersangka Syahrial dan Widodo terjerat dalam kasus gratifikasi rehabilitasi gedung kantor di Dinas Pendidikan Sumsel dengan nilai proyek sebesar Rp145 juta. Korankito.com/adi/depe

AN