Hartono Sebut Pertandingan PS TNI VS SFC Tak Berkualitas

Laga antara PS TNI melawan Sriwijaya FC. Foto/net

Palembang – Sriwijaya FC terpaksa harus menelan pil pahit setelah dibungkam tuan rumah PS TNI dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan pekan ke-31 Liga Satu Indonesia 2017, di stadion Pekansari, Kabupaten Bogor, Rabu (25/10) malam.

Pelatih Kepala Hartono Ruslan tak mau menangapi kekalahan anak asuhnya tersebut. Dia hanya mengaku sangat kecewa dengan penampilan Laskar Wong Kito kali ini.

Berita Sejenis
1 daripada 201

“Saya pikir tidak ada yg perlu dikomentari. Saya ucapkan selamat pada PS TNI yang memenangkan pertandingan ini. Saya hanya menyayangkan kenapa pertandingan terlalu banyak terhenti sehingga kesannya mengulur-ulur waktu. Saya anggap pertandingan ini tidak berkualitas,” ucap Hartono.

Menurut Hartono, sejak awal pertandingan, PS TNI mampu bermain menekan, sehingga membuat permainan Alberto Goncalves Cs ini sulit untuk berkembang.

“Sejak awal mereka memang tampil menekan, sehingga membuat permainan Sriwijaya FC sulit untuk berkembang. Kketika sudah kecolongan satu gol anak-anak baru bisa mengembangkan permainan,” ujar arsitek asal Solo ini.

Kapten Sriwijaya FC, Yoo Hyun Koo juga tak mampu meluapkan rasa kekecewaanya atas pertandingan yang diklaimnya terlihat janggal ini.

“Semua penonton pasti tahu, saya tidak mau bicara apa-apa. Saya sangat kecewa, dan saya akui selama saya berkarir sebagai pesepakbola, ini yang membuat saya sangat kecewa. Apalagi yang saya heran, waktu injury time juga terbilang singkat hanya dua menit, tidak seperti biasanya minimal 3 menit. Saya sangat terkejut dengan penambahan waktu ini,” ujarnya

Sementara itu, Pelatih Kepala PS TNI, Rudy Eka Priyambada sangat bersyukr dengan capaian yang saat ini timnya raih. Meskipun timnya hanya mampu bermain 10 orang setelah S Irfandi harus dipaksa keluar lapangan setelah mendapatkan kartu merah dari wasit.

“Alhamdulillah, ini memang target kita diawal untuk bisa memenangkan pertandingan ini. Meskipun saya sempat kecewa karena kehilangan pemain,” ucapnya.

Diakui Rudy, faktor pemainnya harus kecolongan gol yakni karena konsentrasi anak asuhnya mulai menurun sehingga mampu di manfaatkan Sriwijaya FC di menit ke 75 melalui tendangan Airlangga

“Di lini belakang saya akui kita kurang konsetrasi sehingga bisa kecolongan gol dari Sriwjaya FC,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die

AN