Dua Hari Tidak Diangkut, Sampah Pedagang Pasar Cinde Menumpuk

sampah pedagang Pasar Cinde yang belum terangkut oleh petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang. Foto/RIa.

Palembang – Bau busuk dan menyengat begitu terasa saat melintas di Jalan Letnai Jaimas atau lebih tepatnya di lokasi sementara pedagang Pasar Cinde. Pasalnya lokasi yang menjadi tempat pembuangan sementara (TPS) sampah dari pedagang pasar tersebut, sudah dua hari tidak terangkut tuntas oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang.

Selain menimbulkan bau busuk, letak kontainer sampah ini juga sangat berdekatan dengan pedagang yang berjualan sayur maupun yang membuka warung makan pinggir jalan, sehingga menimbulkan kesan jorok, kotor dan tidak sehat. Epen, warga yang membuka warung nasi tidak jauh dari TPS, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan banyaknya sampah yang menumpuk di dekat warung nasinya. “Kemarin itu katanya mau di geser sedikit tapi tetap saja berdekatan juga, jadi percuma saja,” cetusnya.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Mengenai tumpukan sampah yang sudah beberapa hari tidak diangkut petugas kebersihan, Epen mengatakan biasanya sampah tersebut diangkut setiap harinya. Bahkan kemarin sore ada petugas kebersihan yang mengakut sampah tersebut, meskipun tidak semuanya.

“Ya tidak semuanya, makanya jadinya tidak tuntas. Semoga saja malam ini sudah diangkut semua,” katanya.

Senada disampaikan salah satu penarik becak, Wijo yang selalu mangkal di jalan tersebut mengatakan, kalau sampah sampah yang menumpuk tersebut sudah beberapa hari tidak diangkut petugas. “La nak tigo hari kalu dak salah idak diangkut petugas, dak tau alasannyo apo,” ungkapnya.

Ia mengatakan kalau sampah sampah tersebut sangat mengganggu karena baunya yang menyengat. Ditambah lagi dengan tidak diangkutnya sampah sampah tersebut beberapa hari ini.

“Yo sangat teganggulah. Manolah petugas kebersihan tu, begawe apo idak,” cetusnya.

Sementara itu, salah satu petugas kebersihan yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan biasanya sampah sampah ini diangkut setiap harinya. “Kalau yang didalam kontainer ini setiap hari diangkut. Nah yang di luar kontainer ini yang belum diangkut karena jam angkutnya di sore dan malam hari dengan menggunakan truk,” jelasnya saat diwawancarai sedang memadatkan sampah sampah yang ada di dalam kontainer.

Disinggung mengenai tidak maksimalnya pengangkutan sampah oleh petugas, dikarenakan honor kebersihan yang sampai hari ini belum diterima petugas kebersihan sehingga berpengaruh dengan kinerja, ia pun tidak menampik hal itu memang benar.

Apalagi keterlambatan pembayaran honor tersebut sudah memasuki minggu kedua. Dimana pembayaran honor ini tidak pernah telambat sebelumnya.

“Kami tidak tahu alasanya apa. Biasanya kami terima honor itu seminggu sekali. Tapi ini sudah dua minggu belum juga di bayar dengan alasan yang tidak jelas,” bebernya.

Menurutnya belum diangkutnya sampah sampah tersebut berkemungkinan dikarenakan tidak adanya uang minyak untuk operasional kendaraan pengangkut sampah. Karena biasanya uang operasional minyak tersebut dibayarkan berbarengan dengan honor mingguan yang diterima petugas kebersihan.

“Ya uang minyak itu diberikan kepada sopir truknya. Biasanya barengan dengan honor mingguan itu. Ya bagaimana mau jalan kalau uang minyaknya tidak ada sedangkan kami juga harus memenuhi kebutuhan sehari hari,” timpalnya.

Ia pun berharap, pihak DLHK segera membayarkan honor petugas kebersihan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Palembang, Faizar saat dikonfirmasi hal tersebut mengatakan, tidak diangkutnya sampah di Jalan Letnan Jaimas yang menjadi TPS sampah sementara eks pedagang Pasar Cinde dikarenakan angkutan pengakut sampah kehabisan minyak sehingga belum bisa mengakut sampah disana.

Disinggung mengenai belum dibayarkannya honor petugas kebersihan yang sudah hampir dua minggu, sehingga berujung dengan aksi demo yang dilakukan petugas kebersihan, Faizal juga menampik bahwa kedatangan rombongan petugas kebersihan yang dikenal dengan pasukan kuning tersebut karena akan mengambil uang minyak.

“Tidak ada keterlambatan pembayaran honor petugas. Mereka datang kemarin untuk ambil uang minyak, jadi bukan demo,” singkatnya. Korankito.com/ria

AN