Asyik ​Habiskan Waktu Di Tahanan Dengan Baca Buku

Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara saat melihat para tahanan di Polres Lubuklinggau. Para tahanan itu terlihat memegang buku untuk dibaca dalam jeruji besi. Foto/dhia

Lubuklinggau- Suasana tahanan di Mapolres Lubuklinggau sedikit berbeda dari biasanya, Kamis (26/10) siang.

Bagaimana tidak, sejumlah tahanan dari berbagai kasus pidana terlihat begitu asik membaca buku, dimulai dari buku agama maupun buku ilmu pengetahuan.

Berita Sejenis

HD Ajak Masyarakat Menjaga Kebersamaan

Dorong Kolaborasi Filantropi di Muba

1 daripada 4.022

Salah satu tahanan M Nasir, mengatakan dua hari yang lalu, ia meminjam buku agama dari Mapolres Lubuklinggau dan telah dibacanya secara berulang kali.

“Saya pinjam buku kunci ibadah, didalamnya berisi tuntunan cara-cara beribadah. Ini sangat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan agama,” katanya.

Menurutnya, setiap dua hari sekali petugas Polres Lubuklinggau mempersilahkan semua tahanan memilih buku sesuai keinginan untuk dibaca selama mendekam di balik jeruji besi.

“Ada yang pinjam kisah nabi, tata cara ibadah, ilmu pengetahuan dan buku cerita. Setiap hari kami diminta buat ringkasan dari buku yang kami baca, lalu diserahkan kepada petugas,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sebelum dipinjamkan buku oleh petugas kepolisian, ia hanya membaca koran dari pembungkus nasi yang dibawa saat besuk.

Senada dikatakan Nora, tahanan lainnya mengungkapkan, dia lebih memilih meminjam buku cerita fiksi untuk mengisi waktu didalam jeruji besi agar tidak suntuk.

“Iya kak, baru kemarin saya pinjam buku ini. Saya baca hampir tiap hari, lumayan bagus isi cerita dalam buku ini karena tentang perempuan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Pengelola Pojok Perpustakaan Bripda Eka menerangkan pihaknya memang sengaja memberikan pinjaman buku.

Dijelaskannya, setiap tahanan boleh meminjam satu buku sesuai yang ingin dibaca dan akan dikembalikan setelah dua hari penjiman, serta diganti buku lainnya.

“Kita berikan pinjaman buku untuk mereka baca, agar lebih bermanfaat selama menjalani proses hukuman,” ujar Eka saat dimintai konfirmasi.

Ia mengatakan, setelah dibaca, pihaknya meminta tahanan untuk meringkasnya dalam bentuk tulisan. “Kita usahakan, akan memberi hadiah yang tulisannya paling baik,” ujarnya.

Sampai saat ini Polres Lubuklinggau sudah menyediakan 200 jenis buku, baik buku pengetahuan, ekonomi, agama hingga cerita fiksi.

Kedepan, di Mapolres Lubuklinggau rencananya dibuat empat pojok perpustakaan, yakni di gedung penerbitan SIM, SKCK, ruang tahanan serta Perpustakaan Inti.

Perpustakaan yang nantinya terbuka untuk umum ini juga menyediakan tiga petangkat komputer dilengkapi dengan wifi gratis yang bisa mengakses ebook jenis lain. Korankito.com/dhia/depe

AN