Korban Kebakaran Bakal Direlokasi ke Rusunawa

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Politeknik RT 6, Kecamatan Ilir Barat Satu, Kelurahan Bukit lama Palembang. Foto/ist

Palembang – Kebakaran yang menimpa 6 Kepala Keluarga (KK) di Jalan Politeknik RT 6, Kecamatan Ilir Barat Satu, Kelurahan Bukit lama kemarin (23/10) masih meninggalkan luka dihati korbannya, lantaran si jago merah melahap rumah mereka. Bukan itu saja, kekhawatiran akan bahayanya pipa gas di tempat tinggal mereka tidak menjadi suatu hal yang patut dikhawatirkan.

Terkait ini, dalam kunjungannya ke lokasi, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menjelaskan, para korban sempat bingung mau tinggal dimana. Sebab tidak mungkin jika harus bertahan melihat kondisi yang tidak memungkinkan lagi dan berbahaya. Untuk itu, Pemkot Palembang berencana bakal merelokasi para korban ini ke rusunawa.

Berita Sejenis
1 daripada 24

“Kami sendiri (Pemkot) merencanakan akan merelokasikan mereka untuk tinggal di rusunawa dalam hal ini akan dilibatkan SP2J untuk membantu mereka,” katanya, saat berdiskusi kepada warga, Selasa (24/10).

Menurut Fitri, masyarakat ini sudah menempati lokasi tersebut selama satu tahun. Dimana tanah tersebut merupakan tanah milik salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), jadi pemukiman yang mereka tempati ini merupakan lahan liar.

“Saya harap dengan musibah ini mereka harus bersabar, tadi setelah diskusi bersama mereka semua harta benda mereka habis tidak ada yang tersisa. Untuk bantuan sendiri dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang sudah ada seperti bahan makanan dan pakaian layak pakai. Terhitung sudah satu malam mereka tinggal disini, untuk lebih lanjut nanti dari pihak Pemkot akan berdiskusi langsung bersama warga, dinas terkait dan BUMD,” tuturnya.

Ia mengatakan, Pemkot tidak mungkin membiarkan korban kebakaran ini begitu saja,  melihat kondisi yang saat ini sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Untuk dokumen penting seperti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mereka miliki sudah terbakar, Pemkot akan membantu serta mempermudah proses pembuatannya kembali di kecamatan.

“Berdasarkan data korban kebakaran, total keseluruhan dari 6 KK ada 31 jiwa dengan berbagai keterangan, bahkan ada bayi berumur satu minggu, mereka sangat membutuhkan sekali perhatian, kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga jalan Poltek Ibu Teta (50) menuturkan, ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi akibat dati kebakaran tersebut. Selain itu, ia mengaku bingung mau pindah tapi bagaimana untuk selanjutnya membayar iuran dari rusun tersebut.

“Kebanyakan para suami kami ini pekerjaanya serabutan, terkadang ada pekerjaan dan tidak, jadi bagaimana untuk membayarnya. Jika kami boleh memilih, lebih baik kami tinggal saja disini meskipun berbahaya,” katanya. Korankito.com/rika/ria

AN