Di Muba, Satu Perjaka Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Ini Pendapat Pejabat Kemenag

Kepala Kementrian Agama Kota Palembang Damari. KORANKITO/NISA.

Palembang- Terkait undangan seorang pria yang akan menikahi dua orang wanita sekaligus di Kabupaten Musi Banyuasin, cukup membuat viral jagat sosial media. Didalam undangan tersebut tertulis, Cindra calon mempelai pria akan menikahi calon mempelai wanita  Indah Lestari, 5 November 2017. Sedangkan, ia akan menikahi Perawati, 8 November 2017.

Terkait hal tersebut, Kepala Kementrian Agama Kota Palembang Damari memberikan tanggapannya. Ia menyebutkan UUD No 1 tahun 1974, telah mengatur UUD Pernikahan tertera bahwa seorang laki laki hanya mempunyai satu istri saja. Namun apabila mempunyai istri lebih dari satu maka harus melalui rekomendasi dari pihak aparatur negara di daerah tersebut.

Berita Sejenis
Undangan Pernikahan.Ist

“Sebelumnya saya belum mengetahui permasalahan mengenai pernikahan ini seperti apa. Artinya jika pernikahan itu dilakukan sekaligus dua orang mempelai wanita, pernikahan tersebut tidak melalui UUD tahun 1974. Kedua mereka tidak melalui mekanisme yang ada, dalam aturan ingin beristri dua maka harus ada rekomendasi dari pengadialan agama yang kuat,” tuturnya saat di wawancarai, Rabu (25/10) siang.

Namun, diakuinya meskipun tidak melalui mekanisme aturan negara, dalam islam pernikahan tersebut dianggap sah, akan tetapi di dalam kacamata hukum, pernikahan tersebut dinyatakan ilegal.

“Dalam kasus ini kita lihat seperti apa mekanismenya , jika pernikahan itu melalui aparat pengadilan agama jelas tidak masalah, namun apabila sebaliknya, maka dalam kompelasi hukum islam di negeri kita pernikahan tersebut dinyatakan ilegal,” tegasnya. Korankito.com/nisa/depe.

AN