Parah! Dikeroyok, Oknum TNI Dilarikan ke Rumah Sakit

Tim Identifikasi saat melakukan olah TKP, terjadinya pengeroyokan oleh oknum TNI. Foto/cr2

Palembang- Malang menimpa oknum anggota TNI yang berdinas di Koramil Mariana yakni Sertu M Teguh (34). Ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Siloam, setelah dikeroyok beberapa orang saat melintas di Jalan Kapten Abdullah, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang.

Tak terima dengan kejadian tersebut, Bahrum Rangkuti (39) selaku keluarga korban mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (23/10) sekitar pukul 15.00 untuk melaporkan AS berserta teman-temannya yang diduga sudah mengeroyok korban.

Berita Sejenis
1 daripada 4.015

Kepada petugas, Bahrum menuturkan kejadian yang menimpa korban terjadi Minggu, (22/10) sekitar pukul 13.00. Dimana, saat itu Teguh melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan mobil pribadinya. Diduga, mobil yang dikendarai terlapor menghalangi mobilnya yang membuat korban menglakson.

Tak lama berselang, terlibatlah cekcok mulut antara terlapor dan korban. Kemudian Teguh meninggalkan lokasi keributan, namun salah satu dari terlapor mengejar mobil korban dan langsung menendang bodi mobil untuk memberhentikan laju mobil tersebut.

“Ya, dia (korban) turun dari mobilnya sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang. Awalnya hayang untuk menakuti mereka (terlapor) saja pak, karena waktu itu mobil dia sudah kerumuni terlapor bersama teman-temannya,” kata Bahrum saat memberikan keterangan kepada petugas piket.

Sambungnya, entah siapa yang memulai lebih dulu. Salah satu dari terlapor memukul korban dengan kayu balok sebanyak delapan kali. “ Akibat pukalan itu, korban mengalami luka memar di sekujur tubuh dan sekarang masih dirawat di RS Siloam,” tambah Bahrumi.

Dirinya berharap, dengan adanya laporan yang dibuat, petugas kepolisian dapat menangkap para pelaku pengeroyokan. “Saya berharap pelakunya cepat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan ulahnya,” kata  warga Jalan Urip Sumorhajo, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Setelah mendapat laporan adanya pengeroyokan yang dialami oleh oknum TNI, SPKT, Identifikasi dan piket Reskrim Polresta Palembang pun langsung melakukan olah TKP, dan memintai keterangan dari saksi-saksi sekitar.

Saksi Rahmawati (43) menyebutkan, sebelum kejadian itu. Anaknya M Rifki Eza sedang mengendarai mobil hendak mundur kebelakang, dan tanpa sebab yang pasti korban langsung marah-marah dengan anaknya. “Padahal masih jauh jarak dia dan mobil anak saya, tapi dia marah dengan kata-kata kotor,” ungkapnya.

Setelah itu, sambungnya, korban pun langsung mengejar anak dan suaminya (Sutrisno) yang kebetulan saat kejadian sedang berdagang dipasar. “ Dia datang ketempat jualan saya, dan langsung mengapak kayu yang ada ditempat saya berjualan Pak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sempat menghadang korban saat korban mengejar suaminya dan anaknya. “ Saya hadang dia pak,sambil dio ngomongkage kukapak kau, yang langsung saya jawab kapaklah,” jelasnya.

Ketika ditanya, siapa pelaku yang melakukan pengeroyokan, Rahmawati pun menjawab kalau dirinya tidak mengetahui. “ Saya tidak tahu pak, siapa yang memukulnya. Karena banyak, yang memukulinya orang yang melintas yang lewat pun ikut memukulinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah kejadian tersebut. Korban pun datang kembali dengan mengajak dua temannya. “ Ada yang melihat, didalam mobilmya banyak terdapat senjata tajam Pak,” katanya.    

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab mengatakan, adanya pengeroyokan yang dialami oleh oknum TNI pihaknya langsung melakukan olah TKP.

“ Kita langsung mendatangi TKP, untuk memintai keterangan dari saksi-saksi sekitar yang melihat peristiwa kejadian, dan kelurag korban pun sudah membuta laporan selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh Satreskrim Polresta Palembang,” singkatnya. Korankito.com/CR2/Depe

AN