Wujudkan KB Dengan Cukup Dua Anak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi IX dapil Sumsel Irma Suryani Saat diwawancarai. Foto/harry

Indralaya – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi IX mengadakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana di sejumlah desa dalam Kecamatan Indralaya dan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI). KIE ini digelar untuk mengajak masyarakat Kabupaten OI dapat ikut serta menyukseskan program Keluarga Berencana (KB), Senin (23/10). 

Acara sosialisasi tersebut dihadiri juga oleh Wakil Ketua DPRD OI Ahmad Syafei, Ketua Komisi IV DPRD OI Afrizal, Anggota DPRD OI Rizal Mustopa, serta ratusan masyarakat baik pemuda dan pemudi hingga ibu rumah tangga yang nampak antusias mengikuti acara program KB itu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Komisi IX Dapil Sumsel, Irma Suryani mengungkapkan, dalam sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga (KKBPK), pihaknya mengajak masyarakat OI untuk mampu mewujudkan keluarga berencana dan berkualitas dengan menerapkan cukup hanya anak dua.

“Orang tua terutama ibu memiliki peran penting dalam mewujudkan keluarga berencana yang baik. Semuanya harus direncanakan agar bisa menekan angka kematian ibu dan bayi,” ungkapnya disela sosialisasi. 

Ia menjelaskan, isu kependudukan memiliki kaitan langsung dengan perspektif ketahanan nasional. Terlebih Indonesia saat ini tengah mengalami trend pertambahan usia produktif yang semakin meningkat.  
Berita Sejenis

Kemajuan IT Muba Terdepan Di Sumsel

Sumsel Smart And Care Resmi Dilaunching

1 daripada 9

“Disaat itulah seharusnya Indonesia bisa menikmati bonus demografi sebagai bonus kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa ada tiga hal yang harus dihindari masyarakat Kabupaten OI yaitu pernikahan dini, sex bebas dan narkoba. Dengan menerapkan program KB yang dilakukan sejak awal, keluarga memiliki rencana yang matang untuk masa depan keluarganya. 

“Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat yang mengikutinya sehingga akan lebih cerdas dalam Program peningkatan kualitas hidup manusia yang merupakan salah satu dari sembilan nawacita Presiden Joko Widodo,” jelasnya. Korankito.com/harry/ria
AN