Tersangka Pembunuhan Juruparkir Diringkus, Ini Motifnya

 

Salah satu kakak tersangka pembunuhan juru parkir di belakang Trans Mart saat gelar perkara di Mapolsek IB 1 Palembang, Senin (23/10). Foto/adi

Palembang- Satu dari tiga tersangka pembunuh Abdul Kadir Zailani (37), juruparkir yang ditemukan tewas di Jalan Kapten A Rivai, Lorong Nilam tepatnya belakang Transmart, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang berhasil ditangkap pihak berwajib.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

Tersangka Mul Saputra (38), diringkus Unit Reskrim Polsek IB I Palembang saat berada dikediamannya di Jalan Radial, Lorong Bungur, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang Minggu (23/10) sekitar pukul 23.00.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Handoko Sanjaya mengatakan, satu tersangka berhasil ditangkap sementara dua lainnya masih buron. Dirinya membenarkan bahwa ada rebutan lahan parkir di belakang mall yang baru diresmikan tersebut.

“Tersangka dan korban sama-sama ingin menguasai lahan parkir di kawasan tersebut sehingga terjadi bentrok,” kata Handoko saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IB I Palembang, Senin (23/10) siang.

Ia menambahkan, sebenarnya tersangka bersama dua pelaku lainnya yang masih satu keluarga tersebut, hendak mengincar kakak korban. Namun kakak korban tidak ditemukan dan hanya ada korban di TKP, sehingga mengalihkan sasaran kepada korban.

“Yang mengeksekusi korban adalah pelaku IW yang masih buron. Saat ini kami masih mengejar tersangka dan mengembangkan penyelidikan. Akan kita kenakan Pasal 338 KUHP Jo 170 KUHP dengan ancaman diatas 10 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, kepada petugas kepolisian, tersangka Mul mengaku kejadiannya berawal saat ia terlibat bentrok dengan kakak kandung korban bernama Said. Menurutnya, satu jam sebelum peristiwa berdarah itu, ia ditebas parang oleh Said hingga luka di bagian tangan.

“Waktu itu, saya lagi berdiri dan dia (Said) mendekati yang langsung menebaskan parang, hingga mengenai tangan kanan. Setelah kejadian itu, saya pulang ke rumah memberitahu adik saya IW dan adik ipar TM,” katanya.

Ia menambahkan, setelah itu, dirinya pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam (sajam) jenis pisau dan kembali lagi ke lokasi mencari keberadaan Said. Namun, dalam perjalanan tersangka bertemu dengan IW dan TM yang terlihat tergesa-gesa.

“Mereka berlarian pak, dan berkata dengan saya budak itu sudah basah. Berlarilah jauh-jauh. Mengetahui ada yang tewas, saya kesana dan melihat bukan Said, tapi adiknya. Jadi adik saya itu salah sasaran,” ungkap tersangka.

Pria yang bekerja sebagai juruparkir di samping pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Angkatan 45, Palembang ini menyebutkan motifnya nekat menganiaya hingga berujung tewasnya korban dikarenakan dendam pribadi terhadap kakak kandungnya.

“Tapi salah sasaran pak, kalau mengenai rebutan lahan parkir saya kurang tahu masalahnya. Mungkin adik saya (IW) yang lebih tahu masalah itu,” kata pria yang pernah ditahan selama empat tahun karena kasus penganiayaan tersebut. Korankito.com/adi/depe

AN