Tertipu Masuk Polri, Uang Rp329 Juta Raib

da Fitriyah saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. Foto/cr2

Palembang- Banyak cara yang dilakukan oleh para pelaku penipuan untuk menipu para korbannya, dengan modus yang berbagai macam. Mulai dari memenangkan kupon hadiah, anak ditangkap polisi dan yang paling sering terjadi ialah dapat memasukan anak bekerja disuatu tempat baik sebagai pegawai swasta, maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Polisi.

Hal inilah yang dialami oleh Ida Fitriyah (41) warga Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun Jambi ini. Dimana dirinya harus menerima kenyataan pahit setelah ditipu mentah-mentah diduga dilakukan oleh DH (50) warga Jalan Urip Sumoharjo, yang menjanjikan dapat memasukan anaknya Polri. Akibat kejadia tersebut korban harus mengalami kerugian sejumlah uang sebesar Rp329 juta.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya, korban mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang guna untuk melaporkan kejadian yang telah dialaminya. Jum’at (20/10) siang.

Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, korban menceritakan kejadian yang telah dialaminya terjadi pada Senin (7/11/2016) lalu sekira jam 15.00, dikediaman rumah terlapor, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Dimana DH merupakan orang yang dikenal oleh korban, kemudian terlapor pun mengimingi korban kalau dirinya dapat memasukan seorang menjadi anggota Polri. Karena terpengaruh dengan imingan tersebut korban pun akhirnya terbujuk dan hendak memasukan anaknya menjadi anggota Polri. “ Saya memberi uang kepada dia (Dahtudy) secara bertahap Pak,” katanya.

Sambungnya, kalau dirinya telah memberikan uang kepada terlapor sebanyak Rp329 juta, “ Ternyata anak saya sampai sekarang tidak mengikuti tes yang diadakan oleh Polri tersebut Pak,” kesalnya.

Ditambahkan Ida, dirinya sudah mendatangi rumah terlapor untuk meminta uang yang telah diberikan sebagai janji dapat memasukan anaknya menjadi anggota Polri, “ Saat saya mau meminta uang saya katanya uang tidak ada lagi pak,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, kalau dirinya benar-benar tak terima dengan apa yang telah dialaminya, dan berharap terlapor dapat ditangkap. “ Saya berharap dia (terlapor) dapat ditangkap pak, dan uang saya dapat dikembalikan,” ujarnya

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Abdul Wahab membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan penipuan dan penggelapan.

“ Laporannya sudah kita terima, dan selanjutnya akan kita limpahkan ke Unit Reskrim Polresta Palembang, dan atas kejadian tersebut korban harus mengalami kerugian sebesar Rp. 329 juta,” singkatnya. Korankito.com/CR2/depe