Miris! Puluhan Pelajar Terpaksa Berjalan Kaki Ke Sekolah, Ini Sebabnya

Sejumlah pelajar di di Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa berjalan kaki lantaran kondisi jalan yang memprihatinkan. Foto/cr1

PALI – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Talang Ubi dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Benakat Minyak, Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus rela berjalan kaki sejauh 3 kilo meter lebih. Pasalnya kendaraan angkutan yang membawa para pelajar untuk menimba ilmu ini terperangkap dikubangan lumpur ketika akan mengantarkan mereka di sekolahnya yang berada di Desa Benakat, Kecamatan Talang Ubi.
Dari informasi yang dihimpun dilapangan, agar segera tiba di sekolah dan tidak ketinggalan mata pelajaran, para pelajar memutuskan untuk berjalan kaki menuju sekolahnya.
“Jalan ini sering dilalui kendaraan berat pengangkut ubi dari desa lain diluar Kabupaten PALI, jadinya jalan mudah rusak. Tadi saja banyak anak sekolah yang berjalan kaki,  karena katanya takut ketinggalan pelajaran,” ujar Dedi (39) warga Semangus, Jumat (20/10).
Ada juga, lanjut Dedi, pelajar yang menumpang kendaraan warga yang searah menuju sekolah mereka. Padahal sebetulnya jalan ini ini sudah di cor pemerintah dan hanya menyisakan beberapa titik lagi yang belum dilakukan pengecoran. “Ada yang numpang motor warga juga tadi. Kesian melihat mereka (pelajar, red) dengan kondisi ini. Kami sebagai warga meminta kepada pemerintah terkait untuk tegas terhadap mobil yang tidak ada untungnya untuk daerah kita,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Semangus, melalui Sekretarisnya, Sulaiman, membenarkan bahwa masih ada beberapa titik jalan yang belum di cor dan mengalami kerusakan.
“Kami (Pemerintah Desa) pernah melakukan penyetopan pada mobil truk mutan ubi untuk melintas, namum masih saja ada yang membandel, dengan melintasi jalan ini dimalam hari. Untuk titik yang parah, yang membuat anak sekolah terhambat itu, kami akan tindak lanjuti untuk memperbaikinya,” pungkasnya. Korankito.com/cr1/ria