Di-Bully dan Dianiaya, Pelajar SMA Lapor Polisi  

Juliani saat berkonsultasi dengan petugas Polresta Palembang. Foto/cr2

PALEMBANG – Aksi bullying terhadap sesama teman sekolah sendiri kembali terjadi, dan kali ini dialami oleh Juliani (16) warga Jalan Kader TKR, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang, salah satu siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang ada di kota Palembang.

Dengan ditemani ibu kandungnya,  Juliani mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, guna untuk melaporkan AA dan teman-teman ke pihak berwajib lantaran dirinya mendapatkan bullying dari terlapor.

Saat berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polresta Palembang, korban menceritakan kejadiannya yang dialaminya terjadi pada Selasa (17/10) di Jalan Garuda, berawal saat dirinya dipanggil terlapor untuk menuju ke mobil terlapor.

“Dia (terlapor) memanggil saya pak, ke mobilnya. Katanya mau bayar arisan, namun setelah mendekat mobil saya pun langsung ditarik dan dimasukkan ke dalam mobil oleh mereka,” katanya.

Juliani mengungkapkan, bullying yang ia terima diduga permasalahan antar geng mereka yang ada disekolahnya. “ Ya, diduga permasalahan geng yang ada disekolah,” ungkapnya.

Setelahnya itu, sambung Juliani, dirinya pun langsung dibawa oleh terlapor cs ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), “ Sesampainya disana (TKP), ternyata sudah menunggu teman-temannya yang lain dan mereka langsung menganiaya saya,” ujarnya.

Sebelumnya, di dalam video yang sempat beredar di Media Sosial (medsos), di Instagram (IG) tersebut, tampak sekelompok wanita yang menggunakan seragam SMA Negeri. melakukan penganiayaan terhadap korban yang juga merupakan siswi di SMA Negeri yang sama.

Tampak terlihat didalam video tersebut, korban yang menggunakan seragam sekolah lengkap dengan hijabnya dipermalukan oleh para pelaku dengan kata-kata yang tidak pantas.

Selain dipermalukan dengan kata-kata yang tidak pantas, sekelompok pelaku itu juga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menampar dan memaksa korban membuka hijab yang digunakannya.

Sehingga membuat korban menangis meminta ampun kepada pelaku yang merupakan teman korban satu lingkungan sekolah. Korankito.com/CR2/depe