Akses Masuk JSC Diperketat, Ada Apa Ya?

Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat membuka tes even kejuaraan voli pantai di venue beach volley komplek Jakabaring Sport City, beberapa waktu lalu. Foto/nisa

Palembang – Panitia penyelenggaraAsian Games 2018 (INASGOC) dan PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) terus mematangkan diri.

Di ajang bertajuk “The 6 South Sumatera Governor Open 2017, Asia Pasific Beach Volleyball Tournament” yang digelar di Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, penyelenggara melakukan pengujian penerapan akreditasi ID card. Tujuan dari uji coba itu tak lain untuk mensimulasikan penanganan pengamanan di lokasi pertandingan.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Penyelenggara melakukan pemeriksaanseluruh ID card baik yang digunakan para atlet, official, maupun panitia penyelenggara secara manual. Dimana dimasing-masing ID Card tersebutterdapat kode atau simbol lokasi yang bisa atau tidak diakses oleh pemegang kartu.

“Kami paham hal itu masih uji coba sehingga masih banyak orang-orang luar dengan bebas keluar masuk ke semua area. Berkaca dari test event ini, diharapkan pada saat Asian Games2018 nanti, akses masuk harus diperketat lagi,” jelas TechnicalDelegate dari Konfiderasi Bola Voli Asia (AVC), Ng Chung, Minggu (21/10).

Di test event ini, sudah diberlakukan ID card dengan authority code seperti games area, techinical area, medical room, dinning room, athlete/official room dan arrival & departure. Meski dalam pelaksanaanya masih ada beberapa kekurangan, namun hal itu terus diperbaiki panitia penyelenggara dari hari ke hari.

Ketua Pelaksana Test Event ‘Road to Asian Games 2018’ mengatakan, saat inisistem akreditasi ID card sudah semakin dijaga ketat oleh panitia. Para penonton yang tadinya dapat bebas memasuki area VIP lapangan, kini sudah tidak bisa masuk.

Dia berharap, pelaksanaan test event ini menjadi suatu pembelajaran yang dapat diterapkan di Asian Games 2018.

“Sejak hari pertama kami sudah memberlakukan ID card dengan menentukan otorisasi setiap orang pada tempatnya. Tapi hari pertama belum tersosialisai dengan optimal, kami masih terus mengejar. Mengenai keamanan dan akreditiasi itu nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan INASGOC,” ucap Ahmad Taqwa.korankito.com/nisa/die

AN