Pulang Besuk Teman, Pasutri Malah Dijambret

Nisma Wati saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Jumat (20/10) siang. Foto/cr2

Palembang-  Aksi pelaku kejahatan jalanan khususnya jambret sangat meresahkan masyarakat sekitar. Betapa tidak, para pelaku kejahatan dijalan tidak memandang lagi aksi yang dilakukannya meskipun ditengah keramaian warga yang sedang melakukan aktifitas.

Hal inilah yang dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) Nisma Wati (55) dan Suparman (55) warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Pahlawan I, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju Palembang.

Korban harus kehilangan tas warna abu-abunya miliknya yang berisikan uang tunai sebesar Rp2,2 juta, surat-surat berharga, ponsel merek Nokia dan ditafsir kerugian mencapai Rp6,2 juta.

Tak terima dengan yang telah dialaminya, korban dengan ditemani sang suami mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polresta Palembang, Jum’at (20/10) siang, guna melaporkan kejadian yang telah dialaminya.

Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, korban menceritakan kejadiannya terjadi, Kamis (19/10) sekitar pukul 14.20, di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Universitas Bina Sriwijaya, Kecamatan SU I Palembang.

Saat itu, dirinya bersama suami baru pulang membesuk temannya. Dalam perjalanan kerumah menggunakan sepeda motor dari arah belakang sebelah kanan, datang pelaku memepet korban yang langsung mengambil tas miliknya.

“Tangan saya dipukul dulu pak,  karena kaget saya pun mengangkat tangan dan pelaku tersebut langsung mengambil tas milik saya yang diletakkan ditengah, dan langsung kabur.” katanya kepada petugas.

Diakuinya, pada saat pelaku merampas tasnya dirinya pun berteriak jambret. Akan tetapi pelaku langsung tanpa gas meninggalkan korban. ” Pelakunya satu orang pak,  menggunakan motor matic dan helm hijau gojek,”  jelasnya.

Ia menjelaskan, kalau didalam tas miliknya tersebut berisikan dokumen penting, uang tunai sebesar Rp2,2 juta dan ponsel nokia. “Saya harap pelakunya dapat ditangkap pak.  Karena semua kartu penting ada didalam tas milik saya Pak, ” harapnya.

Sementara,  Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Ipda Dennie membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan jambret.

“Kita sudah melakukan olah TKP, dan korban sudah membuat laporan selanjutnya akan kita serahkan ke Unit Reskrim Polresta Palembang guna untuk ditindaklanjuti. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian yang ditafsir sebesar Rp  6,2 juta,” singkatnya. Korankito.com /CR2/depe