Kapolda Sumsel : Waspadai Perpecahan di Masyarakat

Kapolda Sumsel saat menyampaikan sambutannya dalam acara tatap muka bersama Perkompimda, OPD dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, Jum’at (20/10) siang. Foto/harry

OI-  Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain mengingatkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi perpecahan. Hal tersebut disampaikannya, dalam acara tatap muka bersama Perkompimda, OPD dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, Jum’at (20/10) siang.

“Tiga hal yang akan saya sampaikan, pertama betapa pentingnya meningkatkan silaturahmi dalam negara persatuan dan kesatuan. Waspadai adanya perpecahan di antara kita, kalau ada pemikiran membangun  khilafah jangan terpancing dan dikucilkan, bahkan dimusuhi. Kita ada MUI dan Kades, silahkan lapor. Biar mereka yang menangani, jangan menghakimi sendiri,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, sejak dahulu pemikir bangsa sudah merumuskan Bhineka Tunggal Ika, satu untuk semua. Artinya, dalam konteks persatuan dan kesatuan mari menghilangkan perbedaan. “Kedua saya mengingatkan tugas kepolisian adalah memelihara Kamtibmas, penegakan hukum dengan semangat untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebentar lagi 2018 ada dua agenda yang besar yakni gelaran olahraga Asian Games dan Pilkada Serentak. Tentu hal tersebut, memerlukan partisipasi masyarakat yang banyak. “Terakhir adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, saya mengingatkan barang siapa melihat kemungkaran maka hilangkanlah. Lima penyakit masyarakat yang harus kita hindari pertama miras, narkoba, perjudian, pelacuran dan pencurian,”jelasnya.

Sementara itu Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya telah mengenal Kapolda Sumsel sudah lama saat Kapolda masih menjabat sebagai Kapolres OKI  dan dirinya menjadi anggota DPRD OKI. “Saya mengucapkan selamat datang Kapolda Sumsel beserta rombongan di bumi Caram Seguguk, kehadiran Kapolda dalam kunker dan silahturahmi adalah kehormatan bagi masyarakat OI,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan antara TNI dan Polri di Kabupaten OI sangat harmonis, apalagi berkoordinasi dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan. Pemkab OI telah berupaya membentuk Satgas siaga di 30 titik Desa yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

“Alhamdulillah kebakaran itu sudah bisa ditangani. Sedangkan dalam pemberantasan narkoba di OI BNN dan pihak kepolisian saat rutin mensosialisasikan bahaya narkoba dari desa, sekolah hingga universitas,” jelasnya. Korankito.com/hary/depe