Kapendam: Apa Yang Dilakukan Sudah Sesuai Protap

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Imanul Hak. Foto/adi

Palembang–Terkait tewasnya Zulkarnain, warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin dikebun sawit milik PTPN VII, Banyuasin Kamis (19/10) malam Jumat oleh oknum anggota TNI yang berjaga dilokasi.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Imanul Hak membenarkan, kalau yang melakukan penembakan terhadap Zulkarnain adalah, anggota TNI yang sedang melakukan pengamanan dilokasi.

Berita Sejenis
1 daripada 4.015

Ia menyebutkan, penembakan yang dilakukan oleh petugas, lantaran Zulkarnain bersama rekannya kedapatan membawa dua tandan buah sawit di PTPN VII. Saat ditangkap, satu rekannya melarikan diri dan Zulkarnain ditangkap, bukan malah meyerah tetapi korban melawan dengan menendang petugas, mengayunkan sebilah senjata tajam jenis parang, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan menembak paha bagian sebelah kanan.

“Saat satgas pengamanan gabungan dari PTPN VII, TNI, dan Polri, melakukan patroli gabungan. Pada saat itu lah mereka kepergok membawa dua tandan buah sawit dengan menggunakan sepeda motor,” katanya, saat dikomfirmasi langsung di Kodam II Sriwijaya, Jumat (20/10).

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh petugas sudah sesuai dengan prosedur tetap (Protap), karena apa yang dilakukan oleh petugas melakukan pengamanan aset perusahaan termasuk dari pencurian.

“Meski demikian oknum anggota TNI berpangkat Pratu inisial I anggota Batalyon Kavaleri 5, Karang Enda yang melakukan penembakan tersebut tetap dilakukan pemeriksaan oleh Denpom II/Sriwijaya,” bebernya.

Ia menambahkan, senjata yang digunakan untuk menembak korban adalah SS1.

“Itu senjata standar yang digunakan saat pengamanan objek vital,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, usai kejadian penembakan Dandim Musi Banyuasin sudah mendatangi rumah duka sebagai bentuk bela sungkawa kepada keluarga korban. Korankito.com/adi/depe

AN