Ini Penyebab SFC Ditahan Imbang Arema FC

Kapten Sriwijaya FC Yuu Hyunkoo dan Pelatih Kepala Hartono Ruslan usai pertandingan melawan Arema FC, Jumat (20/10). Foto/nisa

Palembang – Sriwijaya FC nampaknya semakin terkunci di posisi 12 klasemen sementara Liga Satu Indonesia 2017. Hal itu terjadi setelah Sriwijaya FC bermain seri dengan skor 1-1 saat menjamu Arema FC di stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jum’at (20/10) petang.

Pelatih Kepala Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengatakan, gagalnya Laskar Wong kito mempertahankan hasil positif seperti di dua laga terakhir lantaran kurang disiplin.

“Saya akui anak-anak bermain kali ini tidak disiplin. Makanya lawan bisa dengan mudah menguasai permainan termasuk menciptakan gol balasantersebut,” kata Hartono usai pertandingan.

Dia menyebut, penampilan anak asuhannya itu kurang berkembang dan terlihat monoton. Hal itulah yang membuat tim lawan bisa membaca permainan Sriwijaya FC.

“Mereka (SFC) terlalu banyak melakukan kesalahan saat penguasa bola. Salah satunya pasing, sehingga permainan tidak berkembang,” paparnya.

Dia menuturkan, di empat pertandingan ke depan dirinya akan melakukan beberapa evaluasi. Sebagai pelatih kepala dia tidak mau buruknya permainan melawan Arema FC terus berlanjut ke empat laga sisa.

“Pastinya kedepan saya akan evaluasi,” pungkasnya.

Hal itu juga dibenarkan Kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo. Dia mengakui, permainan Sriwijaya FC saat menjamu Arema FC tidak seperti beberapa laga sebelumnya.

“Kita memang terlalu agresif tapi lupa untuk melakukan taktik dan sebagainya. Laga ini harus dijadikan pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu Pelatih Arema FC Joko Susilo mengatakan, cukup bersyukur dengan hasil walapun ekspektasi tidak sesuai prediksi.

“Hasil ini mau bagaimana pun kita syukuri. Walaupun kita tidak menang tapi kita bisa mencuri poin disini,” tuturnya.

Joko Susilo pun meminta maaf atas sikapnya terhadap wasit lapangan, ia mengklaim terpaksa melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan pemainnya.

“Saya minta maaf sikap saya tadi kurang etis karena saya terpaksa bicara pada wasit cadangan. Saya hanya ingin menyelamatkan pemain, karena ada gerakan fisik ke anak-anak yang bisa membahayakan pemain,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die