Aduh, PDAM di Tiga Kelurahan Merugi

Foto/dhia

Lubuklinggau – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau mengalami ketidakseimbangan dana masuk dan dana operasional ditiga kelurahan. Namun, secara keseluruhan perjalanan perusahaan ini berjalan seimbang.

“Di Kelurahan Jukung, Petanang dan Kupang memang biaya operasional perbulan dibandingkan dana yang masuk kurang sebanding. Tapi sejauh ini kita tidak merugi secara keseluruhan, seimbang saja,” ujar Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap, Ratna, Kamis (19/10).

Ratna menjelaskan, untuk biaya opeasional di beberapa kelurahan tersebut perbulannya mencapai Rp 12 juta hingga Rp 15 juta. Namun tagihan yang masuk perbulannya hanya berkisar Rp 3 juta.  Hal ini menunjukkan masih minimnya kesadaran para pelanggan PDAM untuk membayar tagihan penggunaan air.

Selain itu, ada beberapa hal yang mengakibatkan pemasukan bagi PDAM tersumbat. Diantaranya ada sekitar 2 ribu sambungan yang tidak terpantau.

“Bisa saja itu sambungan sudah lama sekali yang sulit diketahui seiring adanya berbagai perbaikan peralatan yang kita lakukan. Nah kedepan itu yang akan kami telusuri,” katanya.

Ratna menjelaskan, pihaknya sudah menyusun beberapa strategi dan langkah supaya perusahaan air minum milik daerah ini semakin maju serta sehat. Termasuk rencana menaikkan tarif harga PDAM.

“Ya sudah tentu klasifikasinya berbeda, dimana harga untuk kebutuhan rumah tangga atau bisnis. Kita juga berharap terus ada bantuan dari pemerintah kota, provinsi dan pusat untuk kemajuan PDAM dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/ria