Oknum Pelaku Penusukan di Kambang Iwak, Terancam Dikeluarkan dari Sekolah 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 2 Palembang Dedi Saldian. Foto/ejak
Palembang – Sanksi berat menanti pelaku aksi penusukan yang dilakukan oleh oknum siswa berinisial TW. Pasalnya jika terbukti penusukan dilakukan sengaja, pelaku TW yang diketahui merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 tersebut akan dikeluarkan secara tidak hormat dari tempatnya menimba ilmu.
Berita Sejenis
1 daripada 10
Hal ini diungkapkan Waka Kurikulum SMPN 2 Palembang, Dedi Saldian yang mengatakan, terkait kasus penusukan yang dilakukan oleh salah satu anaknya didiknya tersebut, pihak sekolah belum mengambil tindakan apapun. Menurutnya pihak sekolah akan melakukan mediasi pada sekolah dan siswa untuk menemukan kronologis sebenarnya.
“Informasi sementara yang kita dapatkan, selain siswa dari SMPN 2 dan SMPN 5, ada juga keterlibatan dari siswa SMPN 13 Palembang. Untuk itu kita akan melakukan mediasi bersama untuk mengetahui bersama kronologis yang sebenarnya,” katanya saat ditemui di sekolah, Kamis, (19/10/).
Dijelaskannya, pihak sekolah baru akan mempertimbangkan untuk mengambil sikap setelah mengetahui hasil dan proses hukum yang ditetapkan kepada oknum TW dalam kasus ini. “Kalau terbukti bersalah dan sengaja dilakukan, tentu kita akan mengambil sikap tegas yakni siswa  akan dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya.
Disisi lain, Dedi mengungkapkan, oknum TW yang merupakan anak didiknya tersebut merupakan siswa yang aktif di sekolah dan ikut dalam ekskul futsal. Meski mempunyai nilai yang standar namun oknum TW tidak pernah memiliki catatan merah di sekolah.
“Kalau dipanggil BK karena pelajaran memang ada. Sedangkan kalau kasus berkelahi dia tidak ada. Absensinya tergolong baik,” terangnya.
Sebelumnya, TW yang masih duduk di bangku kelas VIII Dua ini telah melakukan penusukan kepada E yang merupakan siswa SMP Negeri 5 Palembang saat acara cuci tangan di kawasan Kambang Iwak (KI) Park, Rabu, (18/10/2017), pagi.
Sedangkan motif penusukan sendiri sampai saat ini belum diketahui karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, diduga penusukan terjadi karena ada dendam lama antara pelaku dan korban.
AN