Korban Bunuh Diri Menggunakan Senpira Akhirnya Meninggal

suasana rumah duka Elfran usai dikebumikan di Kebun Bunga, Kamis (19/10). Foto/adi

Palembang- Setelah menjalani perawatan 21 hari di  RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Elfran Tansyah (28) warga Perumahan Patal, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, yang merupakan diduga korban bunuh diri meninggal dunia.

Menurut rekan korban Imam mengatakan, Elfran menghembuskan nafas terakhir usai magrib sekitar 18.30 wib semalam, Rabu (18/10), di Rumah Sakit Siloam.

Berita Sejenis
1 daripada 41

“Selama dirawat memang tidak sadar, pernah sadar hanya begerak sedikit. Sementara untuk berbicara tidak bisa sama sekali,” katanya, saat dibincangi usai dikebumikan di kebun Bunga, Kamis (19/10) siang.

Menurutnya, Elfran sendiri selama berteman tidak nakal orangnya baik. Semenjak dia kuliah di UGM Yogyakarta Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, dirinya jarang bertemu dengan korban. “Mananya jauh kak, jadi selama kuliah tidak begitu akrab. Kalau masa kecil baru kami akrab,” ujarnya.

Sebelumnya, Elfran ditemukan bersimbah di dalam kamar rumahnya oleh ibu kandungnya sendiri Rita Arsyad (58), yang merupakan PNS di kantor Direktorat Lalulintas Polda Sumsel. Korban tertelungkup dengan wajah mengadap kanan, dan ditemukan senpira jenis revolver dan ada luka tembak dipelipis kanan.

“Kejadian itu sudah magrib, ada teriakan ‘anakku bunuh diri’ berulang kali, dari belakang masjid. Lalu kami mendatangi sumber teriakan dan melihat ada yang tergeletak dengan bersimbah darah,” kata, Ketua RT 10, Bakri Naim (52).

Melihat banyak darah, lalu warga segera menggotong Elfran dan membawanya ke RS Hermina Palembang sebelum dirujuk ke RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Saat digotong, Elfran masih sadar namun tak dapat bersuara. Terlihat matanya masih bergerak serta masih bernapas,” ujarnya.

Menurut Bakri, sehari-hari Elfran dikenal warga sebagai pemuda biasa yang pendiam dan sesekali membaur dengan masyarakat.

“Orangnya pendiam. Baru 2,5 tahun lalu lulus dari UGM Yogyakarta Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Sebelumnya sekolah di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Warga pun kaget tahu Elfran nembak kepala sendiri. Kami pun tidak tahu alasannya,” ujarnya. Korankito.com/adi/depe

AN