Aduh, Pembinaan Atlet di JSC Terancam Vakum

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumsel Zulfaini M. Rofi. Foto/resha

Palembang – Kebijakan mengenai pembiayaan yang dikenakan PT Jakabaring Sport City (JSC) atas latihan pembinaan atlet, tentu membuat beberapa pihak sangat terbebani.

Sebab, biaya pembinaan yang dipatok pengelola PT JSC dinilai besar. Hal ini memicu kekecewaan baik dari ketua cabang olahraga (cabor)maupun atlet serta pelatih, tak terkecuali bagi Sekretaris Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumsel yakni Zulfaini M Ropi.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Zulfaini mengaku kebijakan tersebut sangat membebani para atlet dan pelatih. Secara tegas dia mengatakan, bila hal tersebut tetap terjadi maka pembinaan atlet di Sumsel akan terancam vakum.

“Jakabaring telah menetapkan peraturan mengenai pemakai venue harus dikenakan pembayaran. Saya pribadi sangat kecewa bila hal tersebut terjadi, karena ini sangat memberatkan bagi atlet dan pelatih. Sedangkan Pemprov pun tidak cukup untuk menanggung dana tersebut. Kalaupun nanti tetap dikenakan biaya, maka saya pastikan pembinaan tersebut akan vakum,” ujar Zulfaini, Selasa (17/10).

Dia berpendapat, bagaimana mungkin Sumsel bisa melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi, kalau pembinaan tersebut terbilang membebankan atlet maupun pelatih.

Apalagi, sambungnya, Sumsel sendiri sebagai tuan rumah perhelatan akbar Asian Games ini tentu menjadi kendala besar bagi atlet Sumsel yang inginberkiprah di kanca Nasioanal maupun internasional.

“Bagi saya untuk bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional hal tersebut tidak mungkin terjadi. Realistis saja, bila tempat pembinaan ini sendiri sangat membebankan atlet dan pelatih, mereka pun saya rasa tidak sanggup membayarnya. Bahkan kemungkinan besar pembinaan pelatih ini terancam dibubarkan,” paparnya.

 

Kendati demikian, pada rakor 14-15 Oktober 2017 lalu, semua keluhan cabor terkait sudah di tampung. Sehingga pihak KONI Sumsel pun akan melakukan pertemuan kepada pihak pengelola guna mencari solusi yang tepat.

 

“Sejauh ini belum ada solusi tetapi opsi-opsi pilihan untuk menanggulangi masalah ini. Kita sudah rakor, dan KONI Sumsel akan mengurus semua permasalahan ini kepada pihak terkait,  barulah kita akan mengetahui hasil tersebut,” tandasnya. korankito.com/nisa/die

AN