Rotasi Kepsek, Widodo : Timbul Keresahan Massal

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo.foto/ejak

Kepsek dan calon kepsek wajib memiliki NUKS

 

Palembang – KORKIT

Berita Sejenis
1 daripada 4.024

Adanya kebijakan pergantian kepala sekolah (kepsek) besar-besaran dipenghujung bulan Oktober oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel), menimbulkan keresahan massal.

 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disdik Sumsel Widodo di ruang kerjanya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/10) petang. Menurutnya, melalui pergantian kepsek ini dapat memberikan penyegaran program-program di sekolah tersebut.

 

Diakuinya, pergantian kepsek ini tentu akan menimbulkan berbagai polemik di kalangan kepsek yang tengah menjabat dan calon kepsek yang sudah mengikuti pelatihan untuk menjadi kepsek. Pasalnya, sampai saat ini pihaknya belum membeberkan siapa saja yang akan diganti atau dimutasikan.

 

“Banyak yang menghubungi saya saat tahu akan adanya pergantian kepsek ini. Ada guru yang melaporkan ketidaksesuaian kepemimpinan kepala sekolahnya saat ini dan ada yang menanyakan apakah posisi ia saat ini aman,” aku Widodo.

 

Bahkan, lanjut Widodo, ada kepsek yang terlalu percaya diri dengan mengisyaratkan ada pejabat penting yang melindungi posisinya saat ini, sehingga ia yakin bahwa posisinya tidak akan diganti atau dicopot jabatannya.

 

“Sistemnya sederhana, kita ingin meningkatkan mutu. Bukan karena kamu siapa atau dasar senang dan tidak senang. Rujukannya pertama Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), kita berharap dalam dua tahun kedepan mereka (calon kepsek dan kepsek) punya. Pengangkatan semasa saya harus punya NUKS,” tegasnya.

 

Selain itu, Widodo menambahkan, prestasi kepsek selama menjabat juga akan menjadi salah satu patokan penilaian oleh pihaknya. Sehingga kepsek yang berprestasi di daerah akan pihaknya tarik untuk memimpin sekolah-sekolah terbaik di Sumsel.

 

“Akan ada kepsek dari daerah ke Palembang dan sebaliknya. Tidak ada diskriminatif, terutama yang baru akan menjabat akan kita posisikan di daerah dulu agar mampu belajar dan membuat program yang meningkatkan mutu sekolah tersebut. Sebab kita akan men-Sumatera Selatankan Sumsel,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)

 

AN