SFC Batal Latihan. Ada Apa Ya?

Skuad Sriwijaya FC sesaat sebelum bertanding menghadapi jamuan Perseru Serui. Foto/ist

Palembang – Managemen Sriwijaya FC memberikan istirahat tambahan skuad Laskar Wong Kito. Hal itu dilakukan setelah banyaknya pemain yang mengalami kelelahan pasca pertandingan melawan Perseru Serui, beberapa waktu lalu.

Awalnya, seluruh punggawa Sriwijaya FC direncanakan akan kembali memulai latihan kembali pada Selasa (17/10) pagi di stadion Bumi Sriwijaya Palembang. Hanya saja, setelah melihat kondisi terkini skuadnya, manajemen dan pelatih Sriwijaya FC sepakat menambah istirahat para pemain.

Berita Sejenis
1 daripada 201

“Sebenarnya bukan libur, namun latihan yang awalnya dijadwalkan Selasa pagi kita ganti ke sore harinya. Hal ini dikarenakan perjalanan pulang dari Serui kemarin sangat melelahkan, selain itu penghargaan buat mereka juga karena sudah menunjukkan permainan yang luar biasa sehingga dapat menang saat tandang di Papua,” jelas Pelatih Kepala Sriwijaya FC Hartono Ruslan saat dihubungi, Senin (16/10).

Perjalanan pulang ke Palembang dari Serui diakui Hartono memang cukup menguras fisik para pemain. Pasalnya, sejak pukul 06.00 WIT seluruh rombongan tim sudah meninggalkan hotel untuk menuju bandara Stevanus Rumbewas Serui.

“Perjalanan kurang lebih 1 jam, namun kita masih harus menunggu pesawat dari Jayapura dan baru berangkat ke Biak pada pukul 09.00 WIT,” jelasnya.

Penerbangan dari Serui ke Biak sendiri hanya berlangsung singkat, yakni 20 menit. Namun seluruh pemain harus mengalami nasib sial karena pesawat yang akan membawa rombongan ke Jakarta mengalami keterlambatan dan baru berangkat pukul 01.00 WIT. Nasib sial juga kembali menimpa tim SFC setelah hal yang sama terulang saat transit di Makassar dan baru pada pukul 18.15 WIB tiba di Jakarta.

Saat perjalanan terakhir, para pemain sempat tersenyum karena penerbangan tidak terlambat dan mereka pun diberangkatkan tepat waktu pada pukul 18.45 WIB. Tetapi, penerbangan yang biasanya hanya ditempuh selama 60 menit harus berlangsung jauh lebih lama.

“Pesawat tidak bisa mendarat di bandara SMB II Palembang karena jarak pandang yang tidak cukup sehingga harus berputar-putar di udara cukup lama, lebih kurang 40 menit dan baru bisa landing pada pukul 19.40 WIB. Cuaca memang cukup buruk saat perjalanan pulang kemarin,” bebernya.

Setelah mengurus bagasi, para pemain baru tiba di wisma atlet Jakabaring pada pukul 22.10 WIB.

Hal yang sama disampaikan oleh Ucok Hidayat yang juga mengalami keterlambatan saat dalam perjalanan pulang ke Palembang. Menaiki maskapai yang berbeda dengan rombongan pemain lainnya, kepala dinas PU BM Sumsel ini juga mesti tertunda cukup lama karena menunggu izin dari pengawas bandara SMB II.

“Awalnya sudah akan mendarat, namun entah kenapa tiba-tiba terbang lagi. Katanya ada badai dan cuaca buruk sehingga mesti berputar-putar dulu, saat mendarat kami pun sempat kaget karena sudah banyak mobil pemadam kebakaran yang menunggu di landasan,” ujarnya singkat.korankito.com/nisa/die

AN