Sempat Tembakan Senpira, Spesialis Curamnor Didor Polisi

Tersangka spesialis curanmor saat gelar perkara di Mapolsek IB II, Minggu (15/10). Foto/adi

Palembang- Spesialis pencurian kendaraan bermotor (curamnor) Budi Ariansyah (25) terpaksa harus didor anggota Unit Reskrim Polsek IB II Palembang lantaran saat ditangkap melawan dengan cara menembakan senjata api rakitan (senpira) kearah petugas.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya tersangka berawal ketika ia bersama MH (DPO) mengendarai sepeda motor bekeliling mencari motor yang hendak dicurinya. Namun, diperjalanan, keduanya bertemu dengan anggota kepolisian yang sedang patroli hunting.

Berita Sejenis
1 daripada 88

Melihat banyaknya petugas kepolisian, keduanya pun mencoba kabur dengan sepeda motornya. Akan tetapi aksinya tersebut, terlihat anggota kepolisian yang langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka dan temannya.

Tersangka Budi langsung melepaskan tembakan ke arah petugas kepolisian yang mengejarnya, beruntung tidak mengenai anggota. Terpaksa polisi melumpuhkan Budi dengan timah panas di kedua kakinya, sedangkan MH berhasil lolos dari kejaran.

“Iya pak, saya tembak satu kali kearah mereka (polisi), karena takut yang mengejar itu polisi dan ditangkap,” ujar pemuda yang berasal dari Desa Campang Tiga Ilir, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel ini.

Disela-sela gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IB II Palembang, Minggu (15/10) siang, tersangka juga mengaku senpira yang digunakannya menembak petugas bukanlah miliknya, melainkan punya pamannya MH.

“Bukan punya saya pistol itu pak, itu milik paman saya (MH). Saya juga baru satu kali hendak mecuri motor, itupun terpaksa diajak oleh paman saya itu,” kata bapak dua anak ini.

Ia menyebutkan, selain membawa senpi saat beraksi pamannya menggunakan kunci Latter T dan Latter L yang digunakan untuk merusak kunci kontak serta kunci pengaman semacam gembok yang melekat di cakram sepeda motor para korbannya.

“Hampir semua sepeda motor dapat dibobol, termasuk motor yang menggunakan pengamanan magnet. Semua kunci ini punya paman saya nitu pak, bukan punya saya. Terpaksa karena tidak mempunyai pekerjaa,” tambah Budi.

Kapolsek IB II Palembang Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim  Ipda Ledi mengatakan tersangka Budi ditangkap saat petugas melakukan patroli rutin. Sementara rekannya, Muhtar berhasil melarikan diri dan saat ini tengah dalam pengejaran petugas.

“Tersangka akan kita jerat dengan UU Darurat No 12.Tahun 1951. Hukuman masksimal terhadap kepemilikan senjata api tanpa izin adalah maksimal hukuman mati, hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe

AN