Ini Sosok Choirul Huda di Mata Hartono

Alm. Choirul Huda. Foto/net

Palembang – Meninggalnya kiper senior Persela Lamongan Choirul Huda saat tengah bertanding melawan Semen Padang, Minggu (15/10) kemarin, rupanya menjadi duka mendalam dari Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Hartono Ruslan.

Bagaimana tidak, pelatih asal Solo ini mengaku mempunyai kedekatan dengan Choirul Huda. Dimana pada tahun 2010 silam, Hartono sempat menjadi pelatih Persela Lamongan bersama rekan duetnya Joko Susilo. Saat itu ia dipercaya menjadi pelatih tim berjuluk Joko Tingkir ini untuk menyelamatkan dari jurang degradasi

Berita Sejenis
1 daripada 201

“Kalau saya pribadi sangat berduka atas meninggalnya Choirul Huda, karena dia sempat menjadi anak asuh saya  saat di Persela tahun 2010 silam. Saya sama dia (Choirul) bukan hanya kenal tapi juga kami juga pernah jadi satu tim,” ujar Hartono, Senin (16/10).

Di mata Hartono, Choirul Huda merupakan figur yang baik. Tak hanya itu, ia juga dikenal dengan pribadi yang santun kepada semua orang.

“Dia anaknya baik, orangnya juga tidak banyak bicara, santun terhadap semua orang. Itulah kepribadiannya yang tidak bisa saya lupakan dari Huda,” ungkapnya.

Mantan pelatih Persik Kediri ini mengatakan, adanya sesuatu kejadian yang seperti ini memang beberapa kali pernah menimpa pesepak bola di tanah air seperti halnya Eri Erianto, Sekou Camara, dan Akli Fairuz yang juga merenggang nyawa di lapangan hijau,

Namun Hartono juga tak menampik hal seperti ini merupakan kejadian yang tidak terduga, dan merupakan konsekuensi sebagai pemain bola.

“Sebenarnya semua sudah ada aturan dan batasnnya , tapi kalau ada kejadian yang cidera hingga sampai meninggal dunia, kita tidak tahu itu sesuatu hal yang tidak terduga, Namanya sepak bola  pasti adanya benturan sesama pemain, jadi kalau ada yang meninggal dunia ini merupakan resiko pemain bola,” paparnya.

Seperti yang diketahui, Khairul Huda meninggal karena mengalami benturan keras dengan pemain satu timnya Ramon Rodrigues. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa Choirul Huda tak bisa tertolong. korankito.com/nisa/die

AN