Berkas OTT Disdik Sumsel Masih Mengendap di Kejati

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo. foto/adi

Palembang- Berkas perkara empat tersangka pungutan liar (pungli) Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel hingga kini masih tertahan di Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Sejak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel melimpahkan berkas ke Kejati Sumsel pada 8 September 2017 atau 38 hari lalu, hingga kini belum ada kejelasan terkait pelimpahan tersangka untuk segera diadili di pengadilan.

Berita Sejenis
1 daripada 4.377

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo mengatakan, berkas sudah dilimpahkan kejati. “Saat ini berkas masih diteliti di jaksa untuk diteliti,” ujar Slamet singkat.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, berdasarkan KUHAP memang semestinya dalam waktu 14 hari setelah pelimpahan berkas perkara, jaksa memberitahukan apakah berkas dinyatakan belum lengkap (P19), atau dianggap lengkap (P21 tahap satu).

“Tapi mungkin jaksa masih butuh waktu untuk meneliti berkasnya, sehingga belum selesai ditetapkan apakah P19 atau P21,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Rudi Setiawan menegaskan, empat tersangka OTT pungli Disdik Sumsel tersebut terjerat dalam dua perkara. Perkara suap sertifikasi tunjangan profesi guru dan suap proyek pemeliharaan gedung. Saat Polda Sumsel melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Pendidikan Sumsel pada 20 Juli 2017 lalu.

Empat pegawai negeri sipil ditetapkan sebagai tersangka yakni staf operator Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sumsel Asni, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidik Syahrial Effendi, Kasi PTK SMA Kusdinawan, serta Staf Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Sumsel bernama Widodo.

Tersangka Kusdinawan dan Asni terjerat dalam kasus OTT pungli sertifikasi guru dengan barang bukti puluhan juta rupiah, uang tanda terima kasih para guru yang hendak mengurus sertifikasi tunjangan profesi.

Sementara tersangka Syahrial dan Widodo terjerat dalam kasus gratifikasi rehabilitasi gedung kantor di Dinas Pendidikan Sumsel dengan nilai proyek sebesar Rp145 juta. (korankito.com/Adi/Depe).

AN