Pengprov Keluhkan Biaya Latihan di JSC

Foto/nisa

 

Palembang – Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahragamengeluhkan biaya yang dikenakan PT Jakabaring Sport City (JSC) atas latihan pembinaan atlet terlalu besar.

Hal tersebut disampaikan beberapa Pengprov cabang olahraga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI­)dan pengurus KONI Kabupaten/Kota Se-Sumatera Selatan di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat -Sabtu (13-14/10).

Berita Sejenis
1 daripada 14

Ketua Umum Pengprov cabor wushu Sumsel, Ahmad Yani mengungkapkan, pihaknya sangat merasa keberatan dengan biaya yang dikenakan oleh PT JSC.

“Itu tentu sangat memberatkan cabor. Apalagi menjelang Porprov, atlet ini latihan bisa tiap hari,” ucapnya dalam rapat tersebut.

Berbeda dengan yang disampaikan Ketua KONI Ogan Ilir, Iklim Cahya. Dia meminta KONI Sumsel untuk tegas dalam memberikan status pada atlet Sumsel.

“Selain itu, saat ada atlet yang berprestasi di tingkat Sumsel, maka sebaiknya langsung diambil alih soal pembinaan sebagai atlet binaan KONI Sumsel,” katanya.

Dia pun menambahkan, KONI Ogan Ilir juga mengeluhkan soal anggaran yang kerap menjadi kendala dalam mengembangkan cabor unggulan di kabupaten ‘Caram Seguguk’ ini.

Dari sekian banyak yang disampaikanpara peserta, permasalahan yang terjadi berkutat pada tiga hal. Pertama soal finansial. Dimana cabor mendapatkan suntikan dana yang dirasa masih sangat kurang.

Kedua, masing-masing Pengprov mengeluhkan PT JSC yang memungut biaya untuk program pembinaan atlet di Sumsel. Dan ketiga, soal Porprov yang bakal digulirkan satu bulan lagi.

Wakil Ketua KONI Sumsel, Dhennie Zainal mengatakan, KONI Sumsel akan berkoordinasi dengan PT JSC dan juga DPRD Kabupaten/Kota dan kepala daerah untuk membantu soal pendanaan cabor unggulan di daerah tersebut.

KONI Sumsel akan melayangkan surat kepada DPRD Kabupaten/Kota dan juga DPRD Provinsi serta Bupati atau walikota terkait hal ini.

“Finansial salah satu menjadi fokus dalam rakor kali ini,” ujarnya.

Sementara untuk Porprov nanti, Dhenie menegaskan, jika pembukaan bakal digelar di stadion Garuda.

“Kira-kira bakal diikuti 3.624 atlet nantinya,” ujarnya.

Regulasinya, sambung Dhennie,sudah sangat jelas dan tidak mengalami banyak perubahan, sesuai dengan buku panduan yang telah diserahkan KONI Sumsel beberapa waktu lalu.

“Tapi untuk cabor menembak ada nomor senjata api. Itu belum termuat dalam buku panduan yang kita serahkan. Perlu kita sampaikan juga, peserta minimal berusia 21 tahun,” jelasnya. korankito.com/nisa/die

AN