Ini Empat Fakta Mencengangkan Dibalik Kemenangan Sriwijaya FC atas Perseru Serui

Pemain Sriwijaya FC Hilton Moriera (Hijau) ketika memeluk Asisten Pelatih Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs, usai berhasil menaklukkan Perseru Serui di Stadion Marora, Serui Sabtu (14/10) kemarin. Sriwijaya FC berhasil memetik kemenangan di kandang lawan dengan skor 2-3. Foto/ist
Palembang – Keberhasilan Sriwijaya FC membekuk Perseru Serui di laga tandang pekan ke 29 Gojek Traveloka di Stadion Marora, Sabtu (14/10) kemarin, merupakan kemenangan yang di anggap krusial. Sebab atas kemenangan itu, asa untuk maju di posisi 10 besar kini kian menunjukan titik terang.
Berita Sejenis
1 daripada 201
Tetapi siapa sangka, dibalik kemenangan itu ada cerita perjuangan yang luar biasa dilakukan Laskar Wong Kito untuk bisa merampas poin dari Perseru Serui.
Fakta pertama yakni, pada latihan perdananya usai mengalahkan Persija Jakarta beberapa waktu lalu, punggawa SFC harus berjibaku dengan derasnya hujan yang mengguyur kota Palembang, Senin (9/10) lalu. Meskipun di tengah derasnya hujan tak mengikis semangat tim kebanggan Sumatera Selatan ini untuk tetap berlatih mengukuhkan strategi.
Fakta kedua, Sriwijaya FC memilih melakukan keberangkatan lebih cepat dari jadwal biasanya. Yakni pada H-3 atau tepatnya Rabu sore, Alberto Goncalves dkk sudah meninggalkan  kota Palembang. Opsi ini dipilih karena beberapa faktor. Selain perjalanan ke Serui yang terbilang jauh, juga faktor cuaca menjadi perhatian khusus. Dimana skuad Sriwijaya FC dituntut harus bisa beradaptasi dengan cuaca di Papua yang tidak menentu.
Fakta ketiga, dua hari jelang pertandingan, Sriwijaya FC di terpa kejadian langka. Bagasi yang didalamnya tersimpan beberapa peralatan penting untuk bertanding seperti baju dan sepatu tertinggal di Jakarta.
Hal ini sempat mengancam pertandingan yang dilakukan kedua tim ini. Beruntung, pada Jumat pagi alat perang yang akan digunakan Sriwijaya FC untuk bertempur di lapangan hujau sudah sampai di tempat tujuan, sehingga tidak menimbulkan kendala apapun bagi skuad Laskar Wong Kito.
Fakta terakhir yakni sempat tertinggal di babak pertama dengan skor 2-1 , namun di babak kedua dengan sedikit merubah strategi, anak asuhan Hartono Ruslan ini berhasil membalikan keadaan atas dua aktor penting Sriwijaya FC yakni Alberto Goncalves dan Hilton Moreira yang mampu membuat Arthur Bonai dan Kolega dipaksa menyerah dengan skor 3-2.
Atas hasil ini Pelatih Kepala Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang sukses melewati misi besar di pertandingan kali ini.
“Mereka mau bekerja keras dan setelah tertinggal di babak pertama, kami merubah gaya bermain dengan langsung menekan Perseru di garis pertahanannya sendiri. Strategi ini berjalan cukup baik,” ujarnya.
Kendati demikian arsitek berlisensi AFC ini mengklaim jika timnya itu bisa saja mendapatkan banyak poin jika di babak pertama mereka bisa bermain lebih tenang.
“Sebenarnya di 45 menit pertama pun SFC bila lebih tenang maka dapat membuat gol lebih banyak,” ucap pelatih kelahiran Solo ini
Namun dengan kemenangan ini, kerja keras Teja Paku Alam Cs ini terbayar lunas. Selain itu, kejadian yang terjadi dibeberapa hari terakhir jelang pertandingan merupakan pelajaran yang harus dipetik. korankito.com/nisa/die
AN