Dua Tersangka Jambret Babak Belur Diamuk Massa

Dua tersangka Jambret yakni MS (17) dan RP (17) yang babak belur dihajar massa. Foto/ujang

Palembang- Dua tersangka jambret yang sering beraksi di Kota Lahat, yakni MS (17) bersama temannya RP (17) harus babak belur setelah menerima bogem mentah dari warga sekitar lokasi kejadian yang berhasil menangkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum tertangkap, kedua tersangka menjambret Heni Fitrianti (18) yang sedang melintas dengan sepeda motornya di Jalan Raya Kikim, Desa Srinanti, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 76

Tersangka yang datang dari arah belakang langsung memepet sepeda motor korban dan menarik tas yang disandang korban. Akibat tarikan tersebut, Heni pun terjatuh dari atas sepeda motor hingga membuat dirinya luka-luka disekujur tubuh.

Mendapati tas miliknya telah berpindah tangan, korban menjerit meminta tolong yang membuat kedua tersangka kabur dan bersembunyi di terowongan kereta api yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Bersama pihak kepolisian Polres Lahat, warga melakukan penyisiran di TKP, hingga akhirnya kedua MS dan RP berhasil ditangkap. Tak pelak, warga yang telah kesal dengan ulah keduanya menghujani para tersangka dengan bogem mentah.

Kapolres Lahat AKBP Robby Karya Adi melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Lahat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Mendapatkan laporan dari warga, kita langsung bergerak cepat dengan menyisiri lokasi. Tak lama mereka keluar dari tempat persembunyiannya dan korban yang masih mengenali pelaku langsung menunjuk mereka dan kita amankan,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui baru satu kali melancarkan aksi penjambretan, serta nekat melakukannya dikarenakan tidak mempunyai uang jajan.

“Barang bukti yang kita amankan dua ponsel, sepeda motor tersangka. Mereka masih mengakui satu kali, namun akan kita kembangkan lagi diduga masih ada TKP lainnya. Pasal yang akan kita terapkan, Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun,” katanya.

Sementara itu, kepada petugas kepolisian MS mengakui perbuatannya. “Baru satu kali ini pak kami menjambret, itu pun karena iseng saja dan kepepet tidak punya uang,” ujar warga yang tinggal di kawasan Kecamatan Kikim Timur, Kota Lahat, Kabupaten Lahat ini. Korankito.com/ujang/depe

AN