Bejat, Bapak Dua Anak Ini Tiduri Pelajar SMA Hingga Lima Kali 

Tersangka ketika ditangkap. Foto/ujang

Lahat- Fauzi (45) warga Desa Tanjung Ning, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empatlawang terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Polres Lahat lantaran ulahnya yang telah meniduri MT (16) pelajar sekolah menengah atas (SMA) sebanyak lima kali.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal saat tersangka menjemput MT di sekolahannya, Selasa (10/10) sekitar pukul 13.00. Kemudian, Fauzi membawa kabur korban ke rumah saudaranya yang berada di Provinsi Jambi.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 41

Mendapati anaknya tak kunjung pulang ke rumah, orangtua korban pun membuat laporan di Mapolres Lahat, Sabtu (14/10) siang, yang langsung ditindaklanjuti oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lahat dengan penyelidikan.

Hingga akhirnya, tersangka berhasil diringkus oleh anggota PPA Satreskrim Polres Lahat di depan Kantor Samsat Polres Lahat. Setelah sebelumnya dijebak oleh orangtua korban yang meminta keduanya pulang ke Lahat untuk segera dinikahkan.

Kepada petugas kepolisian, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, membawa korban ke daerah Sarolangun, Jambi. “Saya jemput di sekolahnya dengan menggunakan motor. Kami pergi ke Jambi dan sudah lima kali berhubungan badan,” ujarnya.

Kapolres Lahat AKBP Robby Karya Adi melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku. Ia menyebutkan saat ini tersangka, maupun korban dan saksi masih dimintai keterangan oleh anggotanya.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, korban pertama kali disetubuhi di sebuah pondok yang berada di Desa Lubuk Seketika. Setelah itu, di hotel dan rumah kerabatnya tersangka di Jambi. Bahkan ada juga yang dilakukan di Linggau,” ujarnya saat dimintai keterangan.

Selain tersangka, lanjutnya, turut juga diamankan barang bukti berupa satu pasang pakaian sekolah korban dan atas ulahnya itu akan dikenakan UU Perlindungan Anak dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Korankito.com/ujang/depe

AN