108 Peserta PKBM Muba Ikuti UNBK

Para peserta ketika mengikuti rogram Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar
(Kejar) Paket B,C (setingkat SMP dan SMA), di Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Foto/heri

 

Muba – Sebanyak 108 orang peserta dari pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Program Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket B,C (setingkat  SMP dan SMA), di Kecamatan Lais Kabupaten Muba, untuk pertama kalinya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Muba. Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Lais, Mahipal Marzuki, melalui Ketua Pelaksana PKBM Muba Pakat B dan C, Darwin saat disambangi usai  Pelaksanaan UNBK di SMKN 1  Desa Lais kecamatan Lais kabupaten Muba, minggu( 15/10) mengungkapkan, UNBK untuk Program Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket  B dan C tahun 2017 ini dijadwalkan menempuh UNBK selama tiga hari yang dilaksanakan pada Jumat-Minggu 13-15 Oktober 2017.

Berita Sejenis
1 daripada 5

“Peserta Program Kejar Paket B dan C itu waktu belajarnya juga berbeda dengan sekolah reguler, karena mereka pada umumnya merupakan pekerja, ibu rumah tangga dan lain-lain,” ujarnya

Pada hari pelaksanananya, untuk paket B, diikuti 27 peserta, namun pada hari ujian yang hadir hanya 15 pserta yang mengikuti ujian. Sedangkan untuk Paket C, 81 peserta yang sudah terdaftar berdasarkan data dapodik namun pada hari pelaksaan ujian hanya 62 peserta yang mengikuti ujian.

Menyinggung diadakannya UNBK bagi para peserta Program Kejar Paket B dan C, sambung Darwin,  mengacu pada instruksi pemerintah pusat yangmenyatakan UN agar dilaksanakan berbasis komputer. Yang mana sebenarnya, penyelenggara ujian bagi peserta Kejar Paket adalah PKBM.

Namun PKBM tidak punya sarana prasarana untuk UNBK, sehingga berkat kerja sama Pengurus  PKBM Muba  dengan  Kepala Sekolah SMKN 1 Lais,akhirnya memfasilitasi pelaksanaan UNBK tersebut dengan meminjam ruang SMKN 1 Lais ,” tuturnya.

Darwain menambahkan, bahwa seharusnya para peserta PKBM yang harusnya ujian dibulan April, 2017 , namun tergendala data dapodik akhirnya dalam waktu dua bulan data pesrta sudah dapat mengikuti ujian UNBK paket B dan C.

Selain itu juga, Darwin berharap, agar PKBM yang ada di Muba dapat diberikan sarana dan prasanana kegiatan pendidikan sendiri sebagai penujang kegiatan UNBK selanjutnya. Apa lagi PKBM Muba yang ada di Kecamatan Lais ini merupakan salah satu yang memiliki status Badan Akretasi Nasional Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal ( BAN  PAUD dan PNF) sertifikat akreditasi B pada bulan Desember 2016 lalu.

Perizal  salah satu peserta UNBK paket C saat selesai ujian menjelaskan, tidak menyangka ujian yang digelar berbasis komputer. Namun sudah diberi penjelasan dan simulasidari pengajar PKBM.

Alhamdulillah sudah selesai ujian dan tidak ada kendala,” ujarnya. Korankito.com/heri/ria

AN