Hanya Karena Saling Pandang, Heri Habisi Nyawa Tetangga

suasana rekontruksi di Mapolsek Ilir Barat II, Kamis (12/10). Foto/adi

Palembang- Jajaran Polsek IB II Palembang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Muhaimin alias Imin (34), warga Jalan Sido Ing Lautan, Lorong Penghulu, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II Palembang yang dilakukan oleh Heri Setiawardoyo (30) tak lain tetangganya sendiri.

Dalam rekonstruksi yang memperagakan 10 adegan itu terungkap, kejadian itu dipicu masalah sepele. Tersangka terlibat saling pandang dengan korban, saat dirinya hendak pergi ke rumah mertua yang berada tidak jauh dari rumah Muhaimin, Selasa 19 September.

“Saya tidak tahu masalahnya apa, tiba-tiba kami terlibat saling pandang dan dia tidak senang,” kata tersangka saat ditemui seusai rekonstruksi, Kamis (12/10) siang.

Merasa tidak senang, korban pun mencabut senjata api rakitan (senpira) dari pinggangnya dan hendak diletuskannya kearah tersangka. Namun, oleh Heri mendahuluinya dengan cara menikamkan sajam yang juga telah dibawanya secara membabi buta.

Imin pun terkapar dan masih sempat berdiri hendak kembali melepaskan tembakan kearah pelaku, sehingga dirinya langsung melarikan diri. Korban yang akhirnya lemas tak berdaya dibawa ke rumah warga setempat, sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit AK Gani Palembang.

“Aku tidak tahu kalau korban akhirnya meninggal. Aku langsung kabur dan menginap di Sekip, tak lama kemudian saya ditangkap polisi,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek IB II Palembang Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim Ipda Ledi, mengatakan rekonstruksi yang memperagakan 10 adegan tersebut, guna memperjelas tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korban.

Terlihat pelaku memang menusuk korban secara membabi buta, hingga menderita luka tusuk di dada kanan dan kiri, bawah ketiak kiri dua tusukan, punggung belakang tiga tusukan dan betis kaki kiri satu tusukan.

“Pelaku akan dijerat Pasal 351 ayat 3 KHUP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/adi/Depe