Puluhan Pejabat Mendadak di Tes Urine

Tes urine ASN Pemkot Lubuklinggau. foto/dhia

Lubuklinggau – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau secara mendadak dites urine. Tes urine tersebut itu dilakukan disela-sela kegiatan pemantapan pasukan jihad anti narkoba (Jinak) di Gedung Kesenian Pemkot Lubuklinggau, Kamis (12/10)

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, hampir seluruh elemen masyarakat di Lubuklinggau terlibat narkoba. Oleh sebabnya perlu dilakukan sikap tegas untuk menindak bahaya peredaran narkoba tersebut.

“Oknum pejabat juga ada yang terlibat, oknum pemuka agama, oknum pendidik, anak didik juga ada yang terlibat. Makanya kita harus sigap, salah satu alasan dibentuk Jinak ini salah satu upaya kita perangi narkoba,” ujar Nanan sapaan akrabnya.

Selain memantau perkembangan narkoba dikalangan masyarakat, pria yang juga menjabat Panglima Jinak ini juga mengatakan, tim Jinak juga bisa memantau kerja BNN. Anggota Jinak ada kekuatan untuk melapor dan membangun jaringan pemberantas narkoba.

“Tadi ada pertanyaan audien, mereka takut melapor, karena takut yang dilaporkan tidak ditangkap petugas. Nah inilah tugas Jinak, pantau kerja BNN dan lembaga pemberantas narkoba lainnya. Nanti ada seragam yang telah disiapkan,” imbuhnya.

Untuk pejabat struktural, camat, lurah yang dites urine tadi, kata Nanan, itu sengaja dilakukan pihaknya sebagai bukti bahwa Pemkot Lubuklinggau tidak main-main dalam menindak tegas dan perang terhadap narkoba.

“Ini sebagai bukti keseriusan kita dan juga contoh kepada masyarakat, sebelum ke masyarakat, kami sudah duluan memerangi narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho mengatakan, tes urine ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemkot Lubuklinggau dalam meberantas zat haram tersebut masuk di Bumi Sebiduk Semare, khususnya di lingkungan Pemkot Lubuklinggau sendiri.

“Semua alat Pemkot yang siapkan, kami bantu tenaganya saja,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk di Lubuklinggau pengguna narkoba trennya meningkat. Hal itu disebabkan lantaran penggunaan yang tak tertahan, sehingga menyebabkan permintaan barang meningkat.

“Makanya kami bentuk Jinak. Dengan harapan para pengguna narkoba berani untuk melapor dan ikut rehabilitasi. Kalau pengguna narkoba sembuh, tentu permintaan akan rendah,” tutupnya. (korankito.com/dhia/ria)