Pasang Enam Pompa Berkapasitas 6.000 Liter/Detik

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Saiful. Foto/rika

Palembang – Pengerjaan pompanisasi Sungai Bendung mulai dikebut. Saat ini progres pengerjaannya memasuki tahap pembuatan kolam penampungan air. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Palembang, Saiful, Rabu (11/10).

“Pompanisasi Sungai Bendung yang menjadi sistem sekunder ini akan menampung aliran air diantaranya dari kawasan PTC, Simpang Polda. Progressnya saat ini kita sedang membuat kolamnya, setelah itu akan dipasang enam pompa dengan kapasitas 6.000 liter/detik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu kota besar, Palembang tidak bisa mengelak akan banyaknya genangan-genangan air yang disebabkan guyuran hujan, meski tidak berlangsung lama, namun intensitasnya cukup lebat. Dengan adanya pompanisasi Sungai Bendung ini nantinya, diharapkan banjir dan genangan air tersebut tidak ada lagi.

Karena pihaknya saat ini tengah membangun pompanisasi Sungai Bendung, sambungnya untuk 2017 ini pihaknya memang tidak menganggarkan pembuatan kolam retensi. Hal ini lantaran tantangan pembebasan lahan dan butuh dana yang tak sedikit. Sehingga tahun ini belum ada pembangunan untuk kolam retensi.

“Tahun ini belum ada pembangunan. Tapi, ada lahan yang akan kita bebaskan untuk bakal kolam retensi di Plaju, Soekarno Hatta dan Kancil Putih. Kita akan lakukan pendekatan dan dihitung nilai pembebasan lahannya oleh KJPP, kemudian disusun DED-nya. Untuk pembangunannya tahun depan,” tuturnya.

Diakui Saiful, kendati Palembang saat ini sudah memiliki 24 kolam retensi, tapi jumlah tersebut masih sangat kurang dibandingkan dengan ketentuan ideal kolam retensi yang harusnya dimiliki Kota Palembang. Untuk itu, pihaknya akan terus mengupayakan agar kedepan kembali dapat mengusulkan pembangunannya.

“Sebab fungsi kolam retensi penting untuk penampungan utama air dari drainase kemudian dialirkan ke sungai,” imbuhnya.

Disamping itu, ia pun mengungkapkan, dana untuk normalisasi kolam retensi dengan cara pengerukan belum ada tahun ini. Dimana, rencananya Pemkot Palembang baru akan menganggarkan kembali di tahun depan.

“Sementara ini, kolam retensi itu pemeliharaannya dengan dibersihkan. Kita akan anggarkan untuk pembersihan sedimentasi atau endapan lumpur itu nanti di 2018. Jadi nanti itu dikeruk lumpurnya seperti Kolam Retensi Siti Khadijah, Demang Lebar Daun,” tutupnya. Korankito.com/rika/ria