Bisa Dipercaya

Dua Bandit Pecah Kaca Terkapar Dipelor Petugas

Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara (jaket hitam sebelah kiri), didampingi Kanit Pidum Iptu Azwan, ketika mengelar tangkapan pelaku pecah kaca di Mapolresta. Foto/cr2

Palembang- Dua bandit pecah kaca yang sering meresahkan masyarakat Palembang yakni Murdini alias Emen (27) bersama Muslim alias Lim (40) berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palemang, Kamis (12/10) sekitar pukul 03.00.

Petugas terpaksa memberikan ‘hadiah’ timah panas di kedua kaki para tersangka, dikarenakan saat dilakukan penangkapan di kediaman masing-masing, keduanya mencoba melawan serta berupaya kabur dari sergapan petugas.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 42

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua tersangka melancarkan aksinya terhadap Syafara Difa Agustina (30) di Jalan Dr M Isa, Kelurahan Duku, Kecamatan IT II Palembang, Selasa (10/10) sekitar pukul 17.00.

Ketika itu korban baru saja mengambil uang sebesar Rp600 juta di salah satu bank swasta yang berada di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan IT I Palembang. Saat dalam perjalanan pulang kerumah, mobil yang dikendarainya mengalami pecah ban.

Korban pun akhirnya menepi di depan minimarket yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan turun dari mobilnya untuk mencari tukang tampel ban. Seketika itu juga, datang kedua tersangka dengan mengendarai motor yang langsung memecahkan kaca mobil Difa.

Pelaku pun kabur dengan membawa uang tunai sebesar Rp600 juta milik korban. Hingga akhirnya, wanita yang tinggal di Komplek Poligon Kenten ini membuat pengaduan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidum Iptu Azwan mengatakan setelah menerima laporan dari korban, pihaknya melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua tersangka.

“Sudah kita amankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh anggota kita, masih ada satu pelalu yang buron akan kita lakukan pengejaran,” ujar Kasat Reskrim saat gelar perkara dan barang bukti.

Selain tersangka, lanjut Yon, turut juga diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp35 juta yang merupakan hasil kejahatan dari kedua tersangka. “Akan kita akan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka ini yakni sebelum beraksi, para tersangka terlebih dulu berbagi peran mulai dari memonitor korban yang baru keluar mengambil uang tunai.

Setelah itu, lanjutnya, kawanan ini pun membuntuti mobil yang dikendarai oleh korban dengan sepeda motor. Saat berada di TKP, satu tersangka menggemboskan ban mobil Difa menggunakan benda tajam semacam paku yang sudah dipersiapkan para tersangka.

“ Ya, karena merasa ban mobilnya gembos, korban pun lantas turun untuk mengecek bannya, disaat itulah para tersangka langsung memecahkan kaca mobil korban dan mengambil tas milik korban yang berisikan uang senilai Rp600 juta dari bank,” tambahnya.

Sedangkan kedua tersangka saat ditemuin di Mapolresta Palembang, hanya tertunduk lesu dan merintih kesakitan akibat dihadiahi timah panas dari petugas. Saat dimintai keterangan awak media,  tak ada satu ucapan yang keluar dari mulut kedua tersangka. Korankito.com/CR2/Depe