Akhirnya, 35 Pasangan di Palembang Miliki Buku Nikah Resmi

Nikah Massal di Kambang Iwak (KI) Park, Kamis (12/10). foto/rika

Palembang – Sebanyak 35 pasangan pengantin peserta nikah massal diarak dengan becak dari Kantor Walikota Palembang dengan dikawal mobil Patwal dan marching band dari MTS Negeri 1 Palembang menuju Kambang Iwak (KI), Kamis (12/10)

Diujung tenda, mereka disambut Walikota Palembang, Harnojoyo didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Palembang, Selviana Harnojoyo. Hadir pula Ketua DPRD Palembang Darmawan, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Mohammad Adil, Ketua Kanwil Kementerian Agama Kota Palembang Darimi, Ketua MUI Saim Marhadan, para kepala OPD di lingkungan Pemkot Palembang.

Walikota Harnojoyo, dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada 35 peserta nikah massal. Karena, dari ratusan peserta yang mendaftar, ke-35 pasangan inilah yang memenuhi persyaratan.

“Semoga para mempelai ini, rumah tangganya seiring sejalan, seiya sekata, diiring kasih sayang untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah,” kata Harnojoyo, mendoakan peserta nikah massal.

Senada disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Palembang, Reza Vahlevi mengungkapkan, ke 35 pasangan pengantin ini didapatkan melalui seleksi dengan sidang isbat. Dimana tadinya ada sekitar ratusan yang mendaftar menjadi calon pengantin dalam nikah massal ini.

“Setelah melalui proses sidang Isbat banyak yang tidak lulus, dari kuota awal yang disediakan sebanyak 50 pasang ternyata cuma 35 pasangan ini yang berhak diikut sertakan dalam kegiatan tahunan Pemkot Palembang ini,” tuturnya.

Menurut Reza, kebanyakan para calon peserta nikah massal yang tidak mempunyai surat bukti menikah dan bukti perceraian bagi yang sudah menikah dalam keadaan duda atau janda. Namun, disamping itu, ada juga yang urung hadir ketika sidang isbat dilangsungkan.

“Ada juga mereka ini ketika datang pada sidang Isbat tidak bisa menunjukan surat yang menjadi persyaratan awal. Ya, diharapkan melalui nikah massal ini setidaknya bisa membantu meringankan masyarakat dalam mendapatkan buku nikah dengan gratis,” ungkapnya.

Ditambahkannya, di Palembang sendiri, masih ada sekitar ratusan pasangan suami istri atau masyarakat yang belum memiliki buku nikah resmi dari KUA. “Semoga saja ditahun depan kita bisa menambah jumlah kuota calon peserta pasangan pengantin nikah massal,” ujarnya.

Disamping itu, lanjutnya, khusus ditahun ini pasangan yang ikut dalam kegiataan tersebut merupakan pasangan yang sudah lama menikah. “Pesertanya dari yang sudah lama menikah, tidak ada yang bujang-gadis. Kalau tahun kemarin ada,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pengantin nikah Massal, Sailin (60) dan Istrinya Markaniar (58)  mengaku, telah menikah sejak tahun 1980 lalu. Dimana dari pernikahan tersebut, mereka telah dikaruniai 6 anak dan 8 cucu.

“Alhamdulillah, terbantu sekali berkat program pemerintah ini. Selama 37 tahun kami menikah, akhirnya bisa memiliki buku nikah resmi. Dulu waktu nikah kami cuman dapat bukti nikah seberkas piagam, dan itu pun sudah hilang gak tau kemana,” kata Sailin.

Warga asli Muara Lawas, Musi Rawas yang kini menetap di Palembang tepatnya di Jalan Naga Swidak, 14 Ulu ini mengatakan, selain mendapatkan buku nikah gratis dari Pemkot Palembang, ia juga mendapatkan sejumlah uang untuk biaya baju dan Transport. “Dikasih Rp 600 ribu untuk biaya nyewo baju dan transport,” pungkasnya. (korankito.com/rika/ria)