Cabuli Bocah 8 Tahun, Duda Kesepian Ini Tebuang Lagi

Sukri (50) ketika ditangkap pihak Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukarami Palembang. Foto/adi

Palembang- Lagi-lagi, aksi biadab pencabulan anak di bawah umur terjadi. Kali ini, Sukri (50) duda kesepian yang tinggal di kawasan Sukarami Palembang, nekat mencabuli seorang bocah berusia delapan tahun berinisial BG, yang tak lain masih tetangganya sendiri.

Akibat kejadian itu, Sukri pun harus menginap di balik jeruji besi sel tahanan Mapolsek Sukarami, setelah diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukarami Palembang, saat berada di kediamannya.

Kepada petugas, Sukri mengatakan ulahnya terjadi Minggu (24/9) kemarin. Dimana, saat orangtua BG sedang tidak berada di rumah, ia masuk dan melihat korban sedang terlelap tidur. Ketika itulah, ia membuka celana korban serta mencabulinya.

“Khilaf  pak, saya sudah menduda sekitar 20 tahun,” katanya, saat gelar perkara di Mapolsek Sukarami Palembang, Rabu (11/10).

Ia mengatakan, pencabulan sendiri dilakukan dengan cara meraba-raba beberapa bagian tubuh hingga kelamin korban. “Saya cabuli korban didalam rumah, saat itu orang tua korban lagi pegi,” ujarnya.

Masih dihadapan petugas Sukri juga mengaku, perbuatan pencabulan itu sudah dua kali dilakukan, sedangkan yang pertama pada tahun 1994 silam dilakukan di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, korbanya tak lain keponakannya sendiri kala itu berumur 13 tahun.

“Saya pernah tebuang dengan kasus yang sama pencabulan juga, waktu itu saya dipenjara 1.6 bulan. Lalu saya pindah, karena khilaf kali ini saya ulangi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pria berusia 50 tahun yang merupakan pelaku pencabulan bocah delapan tahun.

“Tersangka berusia 50 tahun, sudah kami amankan setelah kami mendapatkan laporan dari orang tua korban, lalu memeriksa saksi-saksi dan melakukan visum pada korban,” kata.

Ia menjelaskan, pencabulan yang dilakukan tersangka dengan memegangi daerah intim korban. Sehingga saat korban melihat tersangka ini langsung menangis.

“Pelaku ini sudah dua kali terjerat kasus pencabulan. Dari pemeriksaan sementara tak ada persetubuhan, hanya dipegang-pegang,” ujarnya. Korankito.com/adi/depe