Sering Pulang Kesiangan, Pedagang Kopi Ditonjok Suami

Korban saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Mahdalena (33), yang harus mengalami luka memar di mata sebelah kanan, usai ditonjok SY (32) yang tak lain suaminya.

Merasa tak terima dengan perlakuan kasar suaminya tersebut, korban pun akhirnya mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (20/9) sekitar pukul 22.00.

Dihadapan petugas, wanita yang tinggal di Jalan KI Marogan, Lorong Mataram III, Keluruhan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang ini mengatakan ia memang sering berselisih paham dengan terlapor.

Lebih lanjut, Mahdalena mengatakan keributan itu dipicu lantaran dirinya sering pulang kesiangan dari bekerja sebagai penjual kopi di Pasar Induk Jakabaring, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

“Dia (terlapor), menuduh saya berpacaran dengan orang lain pak, saat berjualan kopi. Makanya sering pulang kesiangan, padahal saya tidak pernah seperti itu,” ungkap korban kepada petugas.

Ternyata terlapor langsung marah-marah saat dirinya membantah telah berhubungan dengan lelaki lain. Tak hanya itu, SY pun memukul Mahdalena sebanyak satu kali di bagian mata sebelah kanan hingga luka memar.

“Ketika saya bantah, dia malah marah-marah dengan saya dan mukul di sebanyak satu kali di mata. Saya tidak senang pak dan minta segera ditangkap karena sudah sering dia seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Palembang.

“Sudah kita terima, akan segera diproses oleh Unit PPA Polresta Palembang. Kita juga akan memanggil saksi untuk dimintai keterangan, korban juga sudah kita arahkan untuk visum,” tutup Yon. Korankito.com/depe.