Tolak Angkot Berbasis Online, Ratusan Supir Angkot Geruduk DPRD Sumsel

Sejumlah supir angkutan kota melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan yang diduga Taxi online di jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Senin (21/8). Foto/Bagus.

Palembang – Ratusan supir angkutan umum atau angkutan kota (Angkot) dari semua trayek mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel. Kedatangan ratusan supir angkot tersebut untuk meminta keadilan mengenai perarturan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang memperbolehkan adanya angkutan umum berbasis online atau plat hitam yang dijadikan angkutan umum. Dimana peraturan tersebut dinilai sangat merugikan para supir angkutan umum yang berplat kuning.

“Kami kecewa peraturan itu. Terlebih lagi terutama yang di Palembang ini kebanyakan platnya saja juga kadang plat luar, sedangkan kami yang sudah pasti platnya BG dijalanan masih di stop karena menyalahi aturan, misalnya habis izin trayek lah atau lainnya,” ungkap Koordinator Aksi, Syafrudin Lubis, Senin (21/8).

Namun, pihaknya juga mengaku menyayangkan adanya tindakan spontan yang dilakukan oknum supir angkot terhadap penumpang angkutan umum lain. Ia mengakui, aksi ini pada dasarnya merupakan aksi damai dengan tujuan menyampaikan keluh kesah supir angkot atas keberadaan angkutan yang berbasis online.

“Kami sangat menyesal dengan adanya kejadian anarkis seperti itu tadi, itu sama sekali diluar dugaan, kedepan semoga tidak terjadi lagi. Pekan depan kami juga akan melakukan aksi lagi, mudah-mudahan aksi kedepan akan lebih damai dan lebih tertib. Kami janjikan tidak ada aksi yang seperti ini lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang, Wahyu Bintono meminta kepada peserta aksi agar tidak melakukan aksi anarkis. Pihaknya berjanji kedepan akan membantu para supr untuk mendapatkan solusi terbaik dalam permasalahan ini.

“Ada aksi spontan dari oknum supir angkot terhadap masyarakat yang menggunakan angkutan online. Sementara ini masih akan dilakukan koordinasi dari massa bersama Humas Provinsi Sumsel, kita harapkan bisa segera ada solusi,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah menurunkan sejumlah anggota ke jalan-jalan untuk berkoordinasi agar tidak ada aksi-aksi anarkis lainnya. Sedangkan, dua oknum supir yang diduga melakukan swiping masih akan didalami oleh pihaknya.

“Sudah disampaikan angkot agar tertib dalam melakuakn aksi dan tidak melakukan aksi anarkis. Nanti kaji juga akan berkoordinasi juga dengan pemerinta dalam melakukan monitoring di Palembang. Agar tidak ada aksi anarkis,” pungkasnya.

Meski aksi diwarnai dengan sedikit keributan oleh oknum supir angkot yang spontan melakukan keributan dengan swiping, aksi berakhir dengan dibubarkannya masa oleh pihak kepolisian. (korankito.com/raya/amel).