Dana Sertifikasi Guru Diduga Disunat Rp500 Ribu

Kepala Disdik Sumsel Widodo saat dikonfirmasi awak media. Foto/ejak

Palembang – Terungkapnya kasus operasi tangkap tangan (OTT) dana sertifikasi di Dinas Pendidikan (Disdik), membuat sejumlah guru angkat bicara.

Salah satunya ialah guru pegawai negeri sipil (PNS) jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Kota Palembang yang enggan disebutkan namanya mengaku, pada periode pertama cairnya dana sertifikasi pascaperalihan kepengurusan ia mendapati kejanggalan dalam rekeningnya, dimana angka yang tertera dan direkeningnya tidak sesuai dengan angka semestinya.
Selama ini, lanjutnya, pihaknya belum berani bercerita apa-apa mengenai pemotongan tersebut. Namun setelah adanya kasus OTT ini, mungkin inilah penyebabnya.
“Ada pengurangan sebesar Rp500 ribu saat saya mengeceknya. Saya konfirmasi ke pihak terkait belum ada jawaban resmi,” akunya kepada awak media,” Kamis (20/7).
Selain itu, ia merasa urusan mengenai sertifikasi seakan diperhambat. “Bahkan ada yang dibuat jam mengajarnya Nol. Sehingga mereka terpaksa harus terbang langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengurusnya,” keluhnya.
Hal senada diungkapkan oleh salah seorang guru PNS jenjang SMK di Kota Palembang berinisial N, bahwa rekan sejawatnya mengalami hal yang sama (dipotong sertifikasinya). “Alhamdulillah punya saya tetap aman, hanya teman saya yang lainnya yang mengalami hal demikian. Mungkin itu dilakukan secara acak,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Disdik Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menerangkan, kalau dirinya belum mendapat update mengenai kasus ini. “Ya yang saya dengar memang ada yang ditangkap. Namun saya belum mendapatkan kabar terbarunya. Yabg jelas, sesegera mungkin saya akan menghadap pihak terkait untuk mendapat kejelasannya,” tuturnya. korankito.com/ejak