MUBA19

Nila Menyesal Membunuh Selingkuhan Istri

Pelaku Nila Saputra. foto/ist

BATURAJA, KORANKITO.COM – Wajah Nila Saputra tertunduk dalam hingga dagunya menyentuh leher. Lelaki 27 tahun, warga Jalan Gotong Royong Lintas Sumatera, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, ini dengan suara tersendat mengucapkan kata-kata penyesalan atas perbuatannya.

Berita Sejenis
1 daripada 4.501

Nila adalah pelaku penikaman terhadap Fredy Setiawan (25), warga Jalan Pangeran Hajib I Baturaja Timur, yang diduga merupakan pria selingkuhan dari istrinya.Di hadapan Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian di Mapolres OKU, Jumat (17/5), Nila yang sehari-hari bekerja sebagai buruh mengaku tidak ada niat untuk menghabisi nyawa Fredy. Tindakan sadis itu menurutnya terjadi spontan karena dirinya terbakar api cemburu setelah melihat istrinya dijemput dan dibonceng korban.

Malam itu Nila bermaksud untuk makan di warung pecel lele dekat dengan tempat istrinya bekerja. Saat hendak memesan makanan ia melihat istrinya keluar dan dijemput oleh Fredy. Seketika darahnya mendidih, lalu dengan emosi yang berkobar ia mengambil sebilah pisau dapur yang ditemukannya di tempat pencucian piring warung pecel lele tersebut.

“Ngatek niat pak untuk menghabisi nyawo korban, waktu itu spontan jingok istri aku dijemput dan dibonceng korban, siapo pun laki mano dak emosi kalo jingok bini dijemput dan dibonceng lanang lain pasti pikiran negatif,” ujarnya.

Nila mengakui ia dan sang istri masih berstatus sebagai suami istri, namun ia sudah pisah rumah sejak tiga bulan terakhir lantaran sering cekcok yang diakibatkan faktor ekonomi, sampai saat ini dirinya belum pernah menceraikan maupun di gugat cerai oleh sang istri. Sebelumnya ia juga mengaku sering menerima laporan dari temannya tentang istrinya yang sering di berboncengan dengan pria lain di taman kota dan tempat lainya.

“Malam itu entah ngapo aku nak lewat sano, niatnyo nak makan tapi malah jingok istriku dijemput dan dibonceng wong lain,” lirihnya. Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan, pada saat kejadian pelaku langsung diamankan anggota intel Polres OKU yang kebetulan sedang buka bersama di rumah makan Kopi Tiam. “Pelaku langsung diamankan,” kata kapolres.

Atas kejadian ini polisi mengamankan sebilah pisau dapur yang masih ada bercak darah korban yang digunakan pelaku menikam korban, pakaian korban serta satu unit motor korban yang masih ada bercak darah korban. Pelaku diancam pasal 351 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.