MUBA19

Soal Rambut Nabi Muhammad, Opick Bantah Konflik dengan MUI

JAKARTA, KORANKITO.COM – Keberadaan rambut Nabi Muhammad di tangan Opick hadirkan pro dan kontra. Jadi sorotan dan mendapat kritikan pedas dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Opick membantah berkonflik. Buktinya, Opick akan datangi MUI untuk menjalin silaturahmi.

“Ya harus ke sana (MUI) mereka orang mulia, orang hebat. Ke sana tapi saya saja, kyai-kyai nggak usah. Silaturahmi. Karena sebenarnya nggak ada pertentangan, nggak ada kontra. Mereka para ulama di MUI cuma ngomong bahwa yang diwariskan Quran dan sunnah,” ujar Opick saat ditemui di Jakarta Timur, Minggu (12/5).

Berita Sejenis
1 daripada 4.501

Opick sepakat dengan MUI, bahwa warisan yang paling berharga dari Nabi Muhammad adalah Alquran dan Sunnah. Rambut Rasul yang ada di rumahnya adalah wujud kepercayaan dari Dewan Ulama Thariqah Internasional di Turki untuk disimpan.

“Iya kita sepakat bahwa yang diwariskan cuma itu. Tapi ini ada sahabat-sahabat yang memegang rambut. Sebetulnya nggak ada masalah sama sekali. Kalau masalah kan kayak Andre, menghina, terus berbuat salah dan minta maaf, kalau ini nggak ada, ini hanya mereka berpendapat,” jelasnya.

“Opicknya ini anak band, tapi Allah takdirkan itu ya sudah gitu. Allah coba amanahkan ke saya. Tapi Allah takdirkan itu ya sudah gitu. Allah coba amanahkan ke saya,” lanjut Opick.

Menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, maka Opick akan membangunkan masjid untuk menyimpan rambut itu dengan baik. Opick akan kehilangan rambut tersebut jika lalai menjaganya. Lantaran ada perjanjian-perjanjian yang sudah disepakati, dan Opick tidak boleh melanggar.

“Kasih kemudahan *Insya Allah* rambut ini, tapi kalau saya melanggar kayak saya tak sesuai dengan apa yang ditulis, diarahkan, yang ditulis di dalam perjanjian bahwa saya melanggar, ini akan kembali pada pemilik aset Dewan Ulama Thariqah Internasional,” paparnya.

Lebih lanjut, Opick mengungkap aturan menjaga rambut Rasul yang ternyata tak bisa sembarangan.

“Iya jadi (suhu) harus di bawah minimal 25 derajat, terus dia harus terhalang dari banyak sinar, jadi harus dua lapis minimal kain menutupi itu. Kemudian dibersihkan pada saat Maulid, dicelupkan dengan air zam-zam. Suhu bagus, terus ada penjagaan orang-orangnya di situ. Orang-orang yang selalu *stand by* untuk merawatnya, kemudian yang kedua *stand by* untuk bagaimana misalnya ada peziarah datang,” tandas Opick. O tri