MUBA19

“Bos” Indomaret Rampok Toko Sendiri

“Bos” Indomaret Sukadana, Ardian Bentar (Jongkok, Tengah) dan 2 pelaku perampokan yang diotakinya, ditangkap Polres OKI. foto/ist

KAYUAGUNG, KORANKITO.COM – Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir berhasil membongkar persekongkolan jahat di balik aksi perampokan Indomaret yang berada di Jalan Letnan Darna Jambi, Simpang Perumnas, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kota Kayuagung yang terjadi pada Selasa (7/5) lalu.

Aksi perampokan yang menyebabkan kerugikan sekitar Rp 94 juta itu ternyata diotaki orang dalam Indomaret sendiri, yakni kepala Indomaret Sukadana, Ardian Bentar alias Pak Ben (30).

Berita Sejenis
1 daripada 4.501

Satreskrim Polres OKI sudah mengamankan Ardian Bentar yang merupakan warga Desa Ulak Jermun SP Padang pada Jumat (10/5) bersama tiga orang pelakunya yakni, Jalil (33) dan Ujang (27), keduanya warga Perumahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kota Kayuagung.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, SH, SiK didampingi Paur Humas Ipda M Nizar, SH mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah petugas melakukan penyelidikan dan pemeriksaan mendalam terhadap kepala toko Indomaret Sukadana. Kronologis kejadian tersebut bermula pada Hari Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 22.15 WIB, dua orang pelaku menurunkan MCB listrik dari luar toko Indomaret.Melihat listrik padam, salah satu pegawai Indomaret yakni Ardian Bentar yang ada didalam toko keluar, namun setelah keluar, pegawai Indomaret langsung didorong masuk oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan langsung dibawa ke dalam toko ke daerah gudang yang berisikan brankas tempat penyimpanan uang.

Kemudian pelaku langsung memaksa pegawai Indomaret untuk membuka isi brankas dan langsung mengambil uang Rp94.182.800. Setelah itu, kedua pelaku langsung pergi membawa uang tersebut.“Kita dapat laporan dari salah seorang pegawai dan kemudian kita lakukan olah TKP serta pemeriksaan sejumlah saksi,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, petugas menemukan fakta yang mengarah kepada keterlibatan Ardian Bentar. Setelah itu dilakukan penetapan tersangka, lalu tim Opsnal melakukan pengembangan terhadap pelaku lain.

“Lalu kita kembangkan, dilakukan penangkapan terhadap pelaku Ujang dan Jalil. Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku melakukan perlawanan untuk berupaya melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ucapnya.

Selain mengamankan ketiga tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pedang panjang 60 cm, sebilah pisau panjang 30 cm, lalu uang sisa kejahatan sebesar Rp19.300.000, kalung emas 1/2 suku, serta dua buah ponsel. Tersangka dan barang bukti sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.