MUBA19

Kembangkan Sirip Tol Trans Sumatera, Pemerintah Siapkan Investasi Rp85,5 T

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Menhub RI Ir Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR RI DR Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono melakukan Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Indralaya Ogan Ilir-Muaraenim dan Muaraenim -Lubuklinggau yang dipusatkan di Simpang Kepur, Muaraenim. foto/ist.

MUARAENIM, KORANKITO.COM –Usai peresmian operasional Terminal Bandara Silampari di Kota Lubuk Linggau, Selasa (9/47) pagi. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melanjutkan agenda kegiatannya mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ir Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI DR Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono melakukan Pencanangan Pembangunan Jalan Tol  Indralaya Ogan Ilir-Muaraenim dan Muaraenim – Lubuklinggau dipusatkan di Simpang Kepur Kota Muaraenim yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp48 Triliun.

Pada acara  pencanangan yang dipusatkan di Simpang Kepur Muara Enim tersebut ditandai dengan Penandatanganan  Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim dan ruas Jalan  tol Muara Enim-Lubuk Linggau antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Hutama Karya (Persero) selaku pihak kontraktor.

Berita Sejenis
1 daripada 23

Adapun ruas jalan tol Indralaya Ogan Ilir (OI)-Muara Enim dan Muara Enim – Lubuk Linggau tersebut memiliki panjang 235 kilometer dengan estimasi investasi Rp 48 triliun. Rinciannya untuk ruas Indralaya-Muaraenim dengan panjang 119 kilometer membutuhkan investasi Rp24,1 triliun. Sedangkan, ruas tol Muaraenim-Lubuklinggau dibangun dengan panjang 114 Kilometer dengan investasi senilai Rp 23,7 triliun.

Atau jika dirinci setiap kilometernya menelan anggaran Rp 205 miliar. Angka tersebut dinilai lebih mahal karena kontur lahan dan kondisi geografis yang memerlukan penanganan khusus.

Ruas jalan tol Indralaya-Lubuk Linggau dan Bengkulu merupakan satu dari tiga lintas yang dibuat melintang atau koridor pendukung di Pulau Sumatera. Dimana dua lintas lainnya yakni Padang-Pekanbaru dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat-Sibolga. Yang diharapkan koridor pendukung tersebut dapat mengurangi ketimpangan  pembangunan antara Kota-kota di Pantai Barat dan Kota-kota di Pantai Timur Sumatera.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Menhub RI Ir Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR RI DR Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono melakukan Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Indralaya Ogan Ilir-Muaraenim dan Muaraenim -Lubuklinggau yang dipusatkan di Simpang Kepur, Muaraenim. foto/ist.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Menteri PUPR dan Menhub RI atas digelarnya groundbreaking (peletakan batu pertama) jalan tol Indralaya-Muara Enim dan Muara Enim-Lubuk Linggau yang diyakini akan  memangkas waktu perjalanan hingga 50 persen.

“Hari ini mimpi kita jadi kenyataan, jalan tol dibangun di Muaraenim. Exit tol ada di kita Muara Enim. Ini patut kita syukuri dengan mengucap Alhamdulillahi robbil Alamin. Ini idak urung lagi. Tol sepanjang Muara Enim-Simpang Indralaya akan terwujud,” tambahnya.

Dia mengajak masyarakat Muara Enim dapat memberikan kemudahan dalam. Rest area buka lapak makanan lokal. Ruas jalan modern ini akan menjadi  perhatian masyarakat, nasional dan internasional.

“Sebelum tanggal 8 November 2018 lalu, Muaraenim- Palembang ditempuh 12 jam. saya teken penutupan mobil Batubara di jalan umum, sehingga waktu tempuh menjadi 4 jam. Ternyata ada yang lebih lagi  tanda tangan Presiden bangun tol jarak tempuh Muarenim-Palembang menjadi 1,5 jam” ujar Deru.

Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimuljono menegaskan, asalkan disegerakannya pembangun jalan tol ini untuk menunjang tol trans Sumatera sepanjang 350 meter antara Lampung-Indralaya. Sedangkan siripnya dibangun antara Indralaya-Lubuklinggau hingga Bengkulu.

“Saya harap masyarakat dapat mendukung terkait dengan pembebasan lahan. Untuk kawasan exit-nya harus menunjang kawasan-kawasan industri. Sedangkan Untuk kawasan rest area akan persilahkan buka lapak makanan rakyat,” harap Menteri.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Menhub RI Ir Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR RI DR Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono melakukan Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Indralaya Ogan Ilir-Muaraenim dan Muaraenim -Lubuklinggau yang dipusatkan di Simpang Kepur, Muaraenim. foto/ist.

Sementara itu sebelumnya Kepala Badan Pengatur Jalan  Tol (BPJT,) Danang Parikesit dalam laporannya menyebutkan, jika  sebelumnya waktu tempuh Palembang-Muara Enim empat jam. Dengan adanya tol ini jarak tempuh diperkirakan menjadi 1,5 hingga 2 jam. Sedangkan proyek tol ini diperkirakan akan rampung Desember 2022.

“Kita harapkan di sekitar koridor tol akan tumbuh ekonomi kerakyataan baru dalam rangka menunjang peningkatan pembangunan daerah,”  tambahnya sembari menyebutkan untuk tarif tol nantinya akan disesuaikan dengan inflasi daerah tersebut.

Dilain pihak Wahyu Sanjaya selaku anggota DPR RI menilai keberadaan jalan tol diharapkan dapat meningkatkan akses lalu lintas mempercepat lalu lintas ekonomi warga baik barang maupun jasa. Namun masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan oleh pemerintah.

“Saya harap para kades dapat memperlancar proses pembebasan lahannya. Demi suksesnya pembangunan jalan tol ini nanti,” harap Wahyu sembari mengucapkan terima kasih atas nama rakyat Muaraenim atas adanya pembangunan jalan tol tersebut.

Dibagian akhir acara dilakukan Penandatanganan antara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parigesit dengan Dirut PT Hutama Karya Bintang Perbowo berupa penandatanganan yang pertama ruas tol Muaraenim-Indralaya. Dan penandatanganan ke dua ruas tol Muaraenim-Libuklinggau. Dilanjutkan dengan  penekanan sirine dan peninjauan langsung titik nol ruas jalan tol Muaraenim-Indralaya dan Muaraenim-Lubuklinggau oleh Gubernur Sumsel, Menteri PUPR, Menhub, Dirut Hutama Karya. Kepala BPJT. Bupati Muaraenim dan WaliKota Lubuklinggau. (Hms)