MUBA19

Terbongkar! Ini yang Dilakukan Royhan Terhadap Bidan YL

Royhan (di atas kursi roda) dan Marozi (dorong) saat digiring untuk gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO.COM- Royhan (29) pelaku perampokan disertai pencabulan terhadap Bidan YL di Poskesdes yang berada di Kabupaten Ogan Ilir ditangkap Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Senin (18/3) siang, pria yang kesehariannya sebagai pengrajin lemari ini mengaku tidak melakukan pemerkosaan terhadap Bidan YL.

Berita Sejenis
1 daripada 35

“Saya hanya menggunakan jari pak. Kemudian payudaranya saya pegang-pegang. Tadinya mau diperkosa, tetapi anaknya bangun dan menangis. Jadi saya batalkan niat itu,” ungkap Royhan memberikan keterangan kepada polisi.

Dia mengatakan, kejadiannya itu bermula ketika dia pulang bekerja. Dikarenakan hujan yang cukup deras, dirinya memilih berteduh di depan Poskesdes yang ditempati oleh Bidan YL bersama anaknya.

“Saya masuk dengan cara mencongkel jendela menggunakan besi behel pak. Saat berada di dalam, saya melihat korban sedang tertidur pulas dengan anaknya. Kemudian saya mengambil kain dan membekap mulut dia,” tuturnya.

Ketika membekap mulut korban agar perbuatannya tidak ketahuan, lanjut Royhan, Bidan YL terbangun dari tidur dan memberontak seraya menjerit minta tolong. Dia pun menonjok muka korban hingga jatuh pingsan.

“Waktu saya bekap, dia melawan dan teriak pak. Jadi saya tonjok wajahnya dua kali, terus dia pingsan. Lalu saya cabuli dia pak. Pas mau diperkosa, anaknya bangun dan menangis terus. Jadi saya urungkan memperkosa dia,” kata Royhan.

Setelah gagal memperkosa Bidan YL, dirinya pun mengacak-ngacak lemari. Dia pun mengambil ponsel serta uang Rp400 ribu milik korban. “Saya kabur melalui jendela pak,” tambah warga Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir ini.

Diberitakan sebelumnya, Royhan ditangkap setelah petugas berhasil melacak keberadaan ponsel korban yang sudah dijual kepada tersangka Marozi (31) warga Desa Muara Dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Dia terpaksa diberi tindakan tegas karena melawan dan kabur ketika akan ditangkap di seputaran tempat tinggalnya di Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (17/3) malam. (depe).