MUBA19

Melawan, Begal Sadis Ditembak

Ilustrasi. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Satu dari dua pelaku begal motor yang dikenal sadis saat beraksi ditembak anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang lantaran melawan dan kabur ketika akan ditangkap.

Tersangka diketahui bernama Rudi Hidayat (24) warga Jalan Pangeran Sido Ing Suro Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang. Sedangkan rekannya inisial DD masih dalam pengejaran polisi.

Berita Sejenis
1 daripada 54

Berdasarkan data dihimpun, tersangka membegal Mardiansyah (33) di Jalan Lettu Karim Kadir, Lorong Sahaluan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, Kamis (21/2) sekitar pukul 14.00.

Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai motor Yamaha Mio nomor polisi (nopol) BG 2237 ACA korban berpapasan dengan kedua pelaku yang juga mengendarai motor.

Pelaku Rudi turun dari motor dan menebaskan pedang ke arah korban sebanyak dua kali. Kemudian pelaku DD juga turun dari motor menusukan pisau ke leher Mardiansyah. Merasa ketakutan korban pun menyelamatkan diri meninggalkan motornya.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit motor dan membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin menerangkan usai menerima laporan korban, pihaknya pun melakukan penyelidikan hingga berhasil mengendus keberadaan pelaku.

“Saat ditangkap pelaku memberikan perlawanan dan berusaha kabur. Sehingga kita terpaksa mengambil tindakan tegas terhadapnya,” ungkap Tohirin ketika diminta konfirmasi awak media, Sabtu (16/3) siang.

Dia menerangkan selain pelaku turut juga diamankan barang bukti berupa motor yang digunakan saat beraksi dan sebilah pisau yang digunakan untuk melukai korban. “Masih kita periksa untuk dikembangkan. Termasuk mengejar pelaku yang buron,” jelasnya.

Sementara itu, Rudi mengakui perbuatannya. Ia mengatakan nekat melakukan aksi begal karena pengaruh minuman keras dan diperolok oleh temannya. “Saya diejek-ejek teman pak, ditambah sedang mabuk. Jadi saya buktikan ke mereka kalau berani membegal motor,” katanya.

Rudi mengungkapkan motor korban dijual seharga Rp3 juta di kawasan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang. “Uangnya kami belikan sabu dan pakai sama-sama pak. Sisanya dibagi, saya hanya dapat Rp200 ribu,” pungkasnya. (depe)