Diupah Rp25 Juta, Tomi Antar Sabu ke OKI Menggunakan Motor

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Mengaku diupah Rp25 juta, Tomi Warsa (33) mengantarkan 2,3 kilogram narkoba jenis sabu-sabu ke Kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Akibat perbuatan itu, Tomi harus merasakan dinginnya balik jeruji besi. Dia ditangkap Ditres Narkoba Polda Sumsel di Jalan Palembang-Kayuagung, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Senin (11/3) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 78

“Saya cuma mengantarkan saja pak, dapat upah Rp25 juta. Saya menggunakan motor agar tidak ada yang curiga,” kata Tomi yang tercatat tinggal di Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang ini.

Dia mengaku sudah dua kali mengantarkan barang haram tersebut. Pertama awal Januari dan mendapatkan upah sebesar Rp40 juta. “Saya sangat menyesal pak,” sesal Tomi.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel AKBP Amazona Pelamonia mengatakan tertangkapnya pelaku bermula dari adanya informasi masyarakat yang mengatakan adanya pengirim sabu.

Kemudian, ketika pelaku melintas di lokasi penangkapan dengan mengendarai motor Honda Beat nopol BG 5502 ABQ, petugas langsung menghentikannya dan melakukan pemeriksaan.

“Kita mencurigai tas yang dibawa oleh tersangka. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan dan ternyata berisi narkoba jenis sabu 2,2 kilogram,” ujarnya saat gelar perkara dan barang bukti.

Dia mengatakan, hasil pemeriksaan Tomi membawa dari Palembang menuju OKI untuk diedarkan di wilayah tersebut. Bahkan pengiriman narkoba ini sudah dilakukan kedua kalinya.

“Pengakuannya pada malam tahun baru kemarin mengirimkan 14 kilogram ke OKI. Ini adalah aksi keduanya, sabu tersebut didapatkan dari Palembang,” ujarnya.

Saat pengiriman, Tomi selalu menggunakan sepeda motor menuju ke OKI dengan jarak tempuh selama 2 jam 30 menit. Setelah tiba di lokasi, tiga rekannya yang lain akan mengambil sabu tersebut dan diedarkan.

“Ada beberapa tersangka lain, identitasnya kita sudah tahu sekarang masih dalam pengejaran. Pelaku selalu mengirim narkoba dalam jumlah besar, semuanya dikirim pakai motor,” jelas Amazona.

Atas perbuatannya, Tomi diancam dikenakan pasal 114-112  undang-Undang narkoba nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara selama 20 tahun penjara atau seumur hidup. (depe)

AN