Herman Deru : ISNU Harus Jadi Organisasi Role Model di Sumsel

Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga sebagai ketua PW ISNU Sumsel melantik pengurus Cabang ISNU Kota Palembang periode 2018-2024, di hotel Swarna Dwipa. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang juga Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel meminta ISNU Palembang menjadi role model (panutan) ISNU di daerah. Pernyataan itu disampaikannya saat melantik Pengurus Cabang ISNU Kota Palembang periode 2018-2024, di hotel Swarna Dwipa Selasa (12/2).

Dikatakan Herman Deru ISNU merupakan organisasi tempat berkumpulnya para intelektual dari berbagai latar belakang pendidikan. Semua masuk kategori intelek karena syarat untuk menjadi anggota maupun pengurus ISNU memang harus sarjana.

Berita Sejenis

“Maka ISNU punya tanggungjawab yang lebih dari organisasi lain dimanapun. Ketika karya ini baik itu memang sudah jadi tanggungjawab dan jika karya tidak baik siap-siap saja menerima cemooh. Karena itulah mereka harus berbuat baik yang plus agar mendapat reward dari masyarakat,” jelasnya usai acara.

Yang tak kalah paling penting lanjut Herman Deru para pengurus ISNU harus siap mengedukasi mereka yang ada di sekitar keanggotaan.  Contohnya menjelang Pemilu saat ini, ISNU dapat melakukan tugasnya mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya proses demokrasi.

“Walaupun kita tidak punya tugas secara formal dari pemerintah tapi kita punya tanggungjawab moril sebagai pengurus organisasi intelektual,” tambahnya.

Atas dasar itu pula ia bersama Ketua ISNU Palembang sepakat menggagas pendirian Perguruan Tinggi (PT) ISNU. Pekerjaan rumah (PR) ini menurutnya wajib direalisasikan segera dalam periode kepengurusan ISNU Palembang yang baru untuk mengukuhkan ISNU sebagai organisasinya kaum intelektual.

“Tadi Kopertis juga hadir dan sudah tahu. Mudah-mudahan 2021 ini bisa terwujud. Ini salah satu PR penting dan ISNU harus punya Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga sebagai ketua PW ISNU Sumsel melantik pengurus Cabang ISNU Kota Palembang periode 2018-2024, di hotel Swarna Dwipa. foto/ist.

Disinggung mengenai keterlibatan ISNU di bidang politik, dengan tegas Ketua PW ISNU Sumsel itu mengatakan  bahwa organisasi ISNU tidak boleh berpolitik. Namun demikian orang-orangnya tentu semua memiliki pengetahuan berpolitik sehingga wajar jika mereka memberikan edukasi pengetahuan politik.

“Sebentar lagi kita akan menggelar pesta demokrasi terakbar sejak lahirnya negara ini. Kalau masyarakat tidak diedukasi kita  khawatirkan masyarakat banyak yang akan apatisme,” jelasnya.

Sementara itu lanjut HD, saat ini tugas NU sudah banyak menunggu di depan mata untuk direalisasikan. Beberapa di antaranya yang sudah berjalan antara lain yakni bedah rumah gratis bagi warga yang tidak mampu, pendirian rumah tahfidz, pembinaan kampung ISNU, pembinaan pengurusan jenazah dan lainnya.

“ISNU sengaja menginisiasi bedah untuk menggugah sekaligus memberitahu masyarakat bahwa zakat yang mereka bayar melalui Baznas nyata penyalurannya,” jelas Herman Deru.

Kepada pengurus yang baru dilantik itu Gubernur juga berpesan agar terus menjalin kerjasama dengan semua pihak di luar NU. Untuk di pemerintahan NU katanya dapat mengambil peran dalam usulan Perda untuk kemaslahatan umat.

“Saya bangga pelantikan ini begitu semarak. Tapi jangan kita ria harusnya bersyukur. Pak walikota juga patut kita apresiasi dengan Subuh berjamahnya. ISNU Palembang harus jadi role model didaerah,” jelasnya.

Sementara itu Ketua ISNU Cabang Palembang yang baru dilantik Drs Ratu Dewa, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi sejumlah program yang telah ditelurkan kepala daerah seperti Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang juga sebagai ketua PW ISNU Sumsel melantik pengurus Cabang ISNU Kota Palembang periode 2018-2024, di hotel Swarna Dwipa. foto/ist.

“Pendirian TPA, rumah tahfidz, safari Jumat dan pemberian honor untuk petugas keagamaan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, kami sangat mengapresiasi ini karena sejalan dengan apa yang menjadi tujuan ISNU,” ujarnya.

Program Gubernur dan Walikota ini diakuinya sejalan dengan organisasi ISNU khususnya ISNU di Palembang yang baru eksis sejak tahun lalu. ” Kami juga memastikan bahwa kami akan tetap konsisten memberdayakan umat di akar rumput, dan melahirkan orang kampung berhati mulia,” jelasnya.

Meski belum genap satu tahun sejumlah program dijelaskan Ratu Dewa satu persatu sudah dijalankan di antaranya lomba hijab syari milenial, kampung binaan di kawasan 3-4 Ulu, program pembinaan syarofal anam dan pengajian.

“ISNU Palembang dan sumsel dalam waktu dekat juga akan menggelar seminar dan workshop pendirian Perguruan Tinggi (PT) ISNU,” tambahnya.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut yakni Walikota Palembang Harnojoyo,  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Palembang, Sekretaris PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel, Ketua Baznas Sumsel Najib Haitami, Ketua Baznas Palembang Saim Marhadan serta para tokoh agama dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu dilakukan juga penandatanganan Mou ISNU dan Baznas Sumsel serta penyerahan secara simbolis kendaraan operasional ISNU oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru. (hms/depe)