Kisah Miris Kehidupan Haruka Eks JKT48

foto/ist

KORANKITO.COM – Nama Haruka Nakagawa tentu tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Meski berdarah Jepang, namun Haruka punya banyak penggemar karena ia dulu member girlband JKT48.

Di balik popularitas dan nama besarnya, rupanya Haruka menyimpan cerita miris soal hidupnya di masa lalu.

Berita Sejenis
1 daripada 4.283

Haruka lantas menceritakan rahasianya kepada warganet lewat curhatan di dunia maya.

“Aku pas umur 3 tahun nggak pernah tinggal bareng sama orang tua. Karena papa dan mama cerai dan aku ikutin papa aku. Papa aku mungkin sibuk jadi aku nggak pernah tinggal bareng sama papa juga,” tulis Haruka di Instagram.

Broken home sejak kecil, Haruka mengaku tak pernah melihat wajah ibunya, wanita yang telah melahirkannya ke dunia.

“Jadi dari umur 3 tahun aku nggak pernah ketemu ibu aku sendiri. Aku nggak ingat juga muka ibu aku sendiri dan aku nggak pernah ketemu ibu, nggak tahu di mana sampai sekarang. Aku bisa lahir karena ada papa dan mama meskipun jauh tapi tetap mereka mama dan papa aku,” lanjut wanita kelahiran Jepang itu.

Karena orang tua cerai sejak kecil, Haruka memilih tinggal bersama sang nenek. Ia bahagia walau tak mendapat kasih sayang ayah dan ibu, juga menerima tinggal di panti asuhan karena kala itu sang nenek sakit.

“Terus nenek aku sakit jantung jadi sering masuk rumah sakit, jadi aku, kakak aku, dan adik aku sering tinggal kayak tempat panti asuhan. Dari aku SD hingga SMP beberapa tahun tinggal di panti asuhan. Iya sedih sepertinya tapi di situ banyak yang sama kayak aku, jadi aku senang juga karena teman-teman di situ mikir sedih nggak ada orang tua. Jadi di panti asuhan aku dapat kakak adik baru, beberapa teman sampai sekarang masih dekat juga,” terangnya.

Haruka yang akhirnya buka-bukaan awalnya malu menceritakan kisah hidup sebenarnya. Bahkan beberapa ditanya awak media, Haruka selalu bohong dengan mengarang cerita. Tepat di hari ulang tahunnya ke-27 pada 10 Februari lalu, Haruka akhirnya bicara jujur dan tak ingin anaknya kelar merasakan apa yang ia alami.

Pas kecil aku nggak bisa main atau tinggal bareng sama papa, tapi nanti ke depannya aku pengen bikin kenang-kenangan sama papa dan saat nanti aku nikah papa harus ada di samping aku juga ya. Suatu haru nanti aku akan menikah dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan aku tidak mau anak-anak yang lain pengalaman seperti aku,” harap Haruka. (O tri/gmb)

AN