Dua dari Empat Pencuri Kursi Pedestrian Sudirman Ditembak Polisi

Polisi ketika mengamankan keempat pelaku. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Dua dari empat pelaku pencurian kursi di Pedestrian Sudirman, yakni Ismail dan Doni Syarifuddin dihadiahi timah panas oleh anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang.

Keduanya ditangkap saat jaga parkir di sekitar lokasi kejadian di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan IT I Palembang. Selain mereka, polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya yaitu Fahawi dan Udin, Senin (3/12).

Berita Sejenis

Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Kabel Dibekuk

Kepergok Mencuri, Malik Diamuk Massa

Residivis Kambuhan Diterjang Timah Panas

1 daripada 33

Berdasarkan data dihimpun, keempat pelaku melancarkan aksinya, Kamis (22/11) sekitar pukul 03.00. Dimana mereka mencuri dengan cara memotong kursi menggunakan gergaji besi. Kemudian mereka membawa kursi tersebut.

Akibat kejadian itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palembang mengalami kerugian mencapai Rp10 juta. Sehingga membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin membenarkan pihaknya telah mengamankan empat orang pelaku. Dua diantaranya diberikan tindakan tegas.

“Jadi berawal dari laporan korban yang kita tindak lanjuti dengan penyelidikan. Hasilnya empat orang kita amankan, dua diberi tindakan tegas karena saat ditangkap memberikan perlawanan,” ungkap Tohirin.

Ia menerangkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa alat yang digunakan pelaku ketika beraksi. “Kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan di atas lima tahun penjara,” cetusnya.

Sementara itu, tersangka Ismail mengakui perbuatannya. “Kami berempat pak. Saya yang melepaskan kursi itu menggunakan tang. Terus kami bawa menggunakan ojek,” ujarnya seraya menahan rasa sakit di kakinya.

Dia mengungkapkan, kursi yang mereka curi dijual kepada seseorang yang di kawasan 3 Ilir Palembang seharga Rp400 ribu. “Uangnya kami bagi, sisanya untuk bayar jasa ojek. Saya dapat Rp75 ribu, sudah habis untuk makan,” tegasnya.

Ditambahkan Fahawi, dirinya tidak mendapatkan uang sepeser pun. “Saya hanya mendapatkan makan dan rokok saja pak. Kalau uang tidak ada. Saya tidak mencuri, mereka yang minta bantu untuk mengangkat kursi tersebut,” pungkasnya. (depe)

AN